Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelanga

Untuk kesekian kalinya Tim Densus 88 sukses menangkap gembong-gembong terrorist di Indonesia. Menangkap dengan kondisi terbunuh tentunya. Tak apalah. Kita patut tetap memberi penghargaan terhadap kinerja Densus 88 yang tak kenal lelah memburuh terrorist yang berkeliaran di bumi kita tercinta ini. Perjuangan selama bertahun-tahun mengejar terrorist yang dilakukan Densus 88 akhirnya berbuah hasil. Satu persatu terrorist kelas kakap akhirnya tumbang. Tapi ingat, kita harus tetap waspada karena terrorist-teroris lain masih berkeliaran di Indonesi. Waspadalah, waspadalah….

Para pelaku bom bunuh diri dan para gembong terrorist yang telah meninggal dunia akan masuk surga. Karena matinya di jalan Tuhan. Atau biasa dikenal dengan sebutan mati Syahid. Dan Ganjaran orang-orang yang mati Syahid adalah surga Itu doktrin yang ada pada golongan mereka. Tapi apakah iya mengebom, membunuh dan mengancam orang-orang yang tak berdosa termasuk mati Syahid?

Yang aneh adalah, mereka masuk surga kok gak ngajak-ngajak keluarganya ya? Bukankah semua orang di muka bumi ini kepengen masuk ke surga Tuhan *saya pun demikian*. Tapi kenapa hanya mereka yang masuk surga, sementara keluarga yang ditinggalkan di dunia ini malah mendapat aib. Mereka bersenang-senang di surga sementara keluarganya  harus mendapat cap buruk dari masyarakat. Egois sekali bukan?

So, apa orang-orang yang egois semacam mereka pantas masuk surga?

Setelah kabar kematian para terrorist itu diumumkan oleh pihak kepolisian, keluarga yang ditinggalkan langsung pontang-panting. Mereka shock, tidak percaya kalau salah satu dari keluarga besarnya adalah seorang terrorist yang diburu pihak kepolisian. Dalam keadaan shock, mereka harus berurusan dengan para wartawan yang sibuk bertanya ini itu kepada mereka. Belum lagi cibiran sinis dari tetangga-tetangga sekitar. Harus ke Jakarta mengurusi kepulangan jenazah dan segala hal ribet lainnya yang pasti akan dialami keluarga terrorist pasca kematian sang terrorist. Nggak cukup dengan semua itu. Warga setempat pun terkadang menolak tempatnya untuk dijadikan tempat peristirahatan terakhir para terrorist. Mereka merasa tempat mereka akan ternoda jika terrorist itu dimakamkan disana.

Itu hanya dampak kecil kesusahan keluarga terrorist yang ditinggalkan pasca kematian sang terrorist. Ada lagi dampak yang lebih besar. Tentu saja cap sebagai keluarga terrorist yang tidak mudah untuk menghapusnya. Kemungkinan cap tersebut akan melekat seumur hidup. Dengan cap tersebut, mereka akan menjadi cemooh masyarakat, akan dijauhi oleh masyarakat, dan akan dipersulit oleh birokrasi pemerintah*seperti salah satu keluarga terrorist yang kesulitan untuk membuat SKCK*

Kalau ibarat pepatah bilang, Karena Nila setitik, maka rusaklah susu sebelanga. Akibat ulah salah satu anggota keluarga, akhirnya nama keluarga besar lainnya rusak.

So, apa pantas mereka masuk surga?

Itu adalah contoh nyata bahwa sebuah tindakan yang salah atau istilahnya aib yang dilakukan satu orang, itu akan berimbas kepada yang lainnya.

Ingat kawan, kita hidup didunia ini nggak sendiri. Kita punya ayah, Ibu, adik, kakak, om, tante, kakek, nenek dan orang-orang terdekat kita yang kita sebut sebagai keluarga. Nah ketika kita melakukan suatu kesalahan, maka dampaknya tidak hanya pada diri kita pribadi, tapi juga orang-orang disekitar kita akan menanggungnya pula.

Terorist adalah contoh dari perbuatan bodoh dan tolol yang punya dampak merusak nama baik keluarga. Selain terrorist tentu banyak perbuatan lain yang punya dampak buruk pada diri kita dan keluarga kita.

Jadi, kalau kita ingin berbuat sesuatu yang punya dampak buruk ke depannya, lebih baik dibatalkan. Karena imbas dari perbuatan itu tidak hanya pada diri kita, tapi orang-orang disekitar kita. Mereka yang tidak tahu apa2, akhirnya ikut menanggung atas apa yang  telah kita lakukan.

NB. Buat yang sudah melakukan kesalahan dalam hidupnya, jaga baik-baik rahasia itu, jangan sampai ada orang lain tahu, ok!!

25 thoughts on “Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelanga

  1. masalahnya menurut ajaran mereka apa yang mereka lakukan itu baik.Dan jika keluarganya dihina dan dicaci atas perlakuan mereka,maka untuk setiap cacian dan makian dosa sang keluarga yang ditinggalkan akan dipindahkan kepada mereka yang mencacinya.

    JAdi toh aksi bom mereka secara tidak langsung membantu keluarga masuk surga juga. Dihina khan didunia, tapi di akhirat sang keluarga ini terus mendapat pengurangan dosa.

    Setidaknya ini menurut perspektif mereka.

    @ Bukan Facebook
    Itu kan kata mereka. Padahal masalah dosa, pahala, surga dan Neraka itu kan kuasa Tuhan. Hanya Tuhan yang tahu….

  2. surga… tempat idaman semua manusia… teroris masuk surga? hmmm.. rasanya perlu dikaji lagi deh teorinya… asal tahu aja, bangkai teroris tuh gak diterima sama masyarakat sekitar, and musti ditanam jauh-jauh dari kampung.. apa iya yang begituan masuk surga? hehehe…

    sedj

    @ Sedjatee
    Kayaknya gak pantas deh.
    Orang yang selalu berbuat baik saja nggak jaminan masuk surga, gimana dengan org yang suka membunuh org yang gak berdosa?!

  3. Sip! Aku suka tulisan ini!
    Bagaimanapun juga teroris adalah sesuatu yang nyempal, yang salah….

    Kadang aku berpikir, mungkinkah pola ‘tembak ditempat untuk beberapa teroris belakangan ini berdampak pada banyak teroris yang memilih menyerahkan diri :))

    @ DV
    Bisa jadi demikian. Tapi beberapa pengamat intelejen menilai alangkah baiknya para terorist ditangkap hidup-hidup supaya bisa diperoleh informasi baru tentang pergerakan kelompok itu. Nggak tahu mana yang paling benar, yang penting satu persatu terorist tumbang!!!

  4. Apapun makanannya,minumnya the botol sosro.apapun alasannya,teroris adalah bangsat berdarah dingin,bedebah!!! Urusan surga dan neraka,biarlah Tuhan yg mengadili mereka. Tuhan maha adil atas segala perbuatan mereka yg membabi buta

  5. salam….
    surga ataupun neraka…kita tidak bisa memastikan…semua tergantung dr pengadilan yang Maha Adil…..
    pengadiLan dunia tidakLah cukup adiL…hanya Yang Maha AdiL yg tau..

    @ Masemungil
    Surga dan Neraka adalah milik Tuhan, jadi Tuhan lah yang tahu siapa yang pantas untuk masuk surga atau neraka

  6. sekarang teroris meredup. mudah2 di masa yang akan datang, teman-teman, anak – anak mereka tidak mengikuti jejek yang telah di tembak mati.

    @ Badruz
    Semoga saja, Amien,,,,

  7. Yang penting terorisnya habis, dan saya gak mencaci keluarga mereka😀


    @ Gandi Wibowo
    Saya juga gak mencaci keluarganya, malah kasihan saya mereka. Tapi tetap saja, stigma buruk sebagai keluarga terorist bakaln tetap melekat pada mereka, hiks,,,,,,

  8. Ringan gaya bahasanya tapi berbobot isinya.
    Ah tulisanmu makin lama makin bagus aja!

    Yep, kita hidup gak sendirian, bahkan di keyakinan saya, jika sang bapak berbuat nista maka bisa tujuh turunan yg ikut merasakan getahnya. Krn itu hati2 sangat dlm hidup, cuma sekali cuuuy!

    @ Eka
    Ah, mbak Eka bisa aja. Semua itu kan gara2 rajin nulis n rajin mampir ke rumahnya Mbak Eka…:p

  9. Pantas masuk surga..??
    Jawab gue, NGGGGAAAAk…!!!
    Sangat gak layak deh…
    Ajarannya sesat banget…


    @ Zippy
    Tenang…. mereka kayaknya memang gak layak masuk surga kok.

  10. ALLAH maha membalas semua perbuatan, bahkan ketika aib ini akan ditutupi atau dibuka, dan mintalah untuk ditutup.

    *jadi ingat kasus antarasi azhar yang terbuka aibnya di pengadilan, masya ALLAH*

    @Rindu
    Ya, mari kita berdoa semoga aib-aib yang pernah kita perbuat selalu di tutup oleh Allah.

  11. ada yang luput dari paradigma kita selama ini, bahwa surga dan neraka bukanlah tujuan dalam beragama. keduanya, hanyalah efek samping dari sikap kita di dunia.

    tujuan hidup kita sudah jelas dari doa yang sering kita senandungkan: “hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat”. kebahagiaan di dunia terwujud berkat manfaat besar yang kita berikan di dunia ini, sementara bahagia di akhirat bakal diraih berkat amal ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa berharap pahala apapun. orang yang beribadah karena berharap pahala, menunjukkan ketidakikhlasannya…

    so, apakah teroris itu berbahagia di akhirat dengan surga? hmmm… rasanya tidak. karena dia tidak ikhlas!

    @ Vizon
    Thanx bgt mas buat komentarnya yang sangat mencerahkan ini.

  12. Eeeeh kamu muja muji seenaknya🙂
    Perasaan tulisan gue biasa2 aja.
    Tapi kalo emang pujian lo gak basi-basi
    Sorry ya, gue gak terima pujian tanpa salam tempel😀

    Huahhahahahahhaa
    Kabooooooooooooor dulu sebelun Hajier nyeret penjaga warnet buat mentungin gue😛 hehehe

    @ Eka
    Salam tempel?
    Emang lebaran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s