Ke-Perawan-an

Manohara Odelia Pinot dan Prita Mulyasari adalah sedikit contoh dari banyaknya kasus yang menimpa kaum hawa di negeri kita tercinta ini. Bukti dimana kaum hawa selalu menjadi korban dari dunia patriaki yang kebanyakan selalu berpihak pada kaum Adam. Sementara kaum Hawa hanya menjadi kaum nomor dua yang terkadang ujung2nya menjadi korban dari kesewenang-wenangan kaum Adam yang merasa derajatnya lebih tinngi dari kaum Hawa. Padahal Tuhan menciptkan hambanya dalam derajat yang sama, kecuali derajat ketaqwaan seorang hamba yang tidak mengenal Adam atau Hawa.

Begitu pula ketika bicara tentang ke-perawan-an. Perawan bisa dimaksudkan dengan panggilan seorang kaum Hawa yang belum menikah. Dan Jejaka bagi kaum Adam yang belum menikah. Hanya sebuah kata biasa…. Tapi, ketika kata itu mendapat awalan dan akhiran ke-an, kata itu berubah menjadi sebuah kesucian. Keperawanan a.k.a kesucian.

Jujur saya nggak tahu kenapa (maaf) bagian puser ke bawah bagi kaum Hawa dianggap sebuah kesucian? Apa nggak ada hal lain yang bisa juga disebut sebuah kesucian selain bagian itu bagi seorang kaum Hawa? Hatinya kah, atau bagian lainnya… Bukankah kaum Hawa tercipta dengan beragam Keindahan?

Kesucian yang harus dijaga dan nantinya akan diberikan kepada suami tercinta, sebagai bentuk penghargaan kepada suami. Ketika kesucian itu hilang belum pada waktunya, maka rusaklah semua keindahan yang melekat pada kaum Hawa. Cap negatif langsung disematkan pada kaum Hawa tersebut. Lalu apa kabar dengan keperjakaan seorang Adam, apa  juga selalu dijaga untuk Isterinya kelak?

Dunia ini memang nggak adil. Ketika seorang Adam hilang keperjakaannya, dunia akan diam, seolah tak tahu apa yang terjadi. Sebaliknya, ketika sang Hawa hilang keperawanannya, maka dunia akan berkoar-koar menghakimi sang Hawa.

Wacana ini sangat-sangat sensitif dan nggak mudah untuk menjabarkannya. Takutnya, yang awalanya pengen bersikap netral malah ujung2nya berpihak pada salah satu pihak. Ini adalah masalah yang sangat prinsipil bagi kaum Adam dan kaum Hawa, wajar kalau kemudian muncul perdebatan-perdebatan panjang membahas masalah ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Kok Jadi Rapuh Ya, Tanya Kenapa?

Dulu… saat sendiri, tanpa seorang kekasih, being a single,,, kita bisa mandiri… apapun bisa kita lakukan seorang diri, selama kita mampu tanpa melibatkan org lain…kalo emang gak mampu, mentok2nya kita minta bantuin sahabat, keluarga atau orang terdekat kita…. bener kan?!!!

Semua berubah saat kita mendapatkan someone special dalam hidup kita, apapun yg kita jalani selalu berdua,,,dibicarakan berdua, makan berdua….*wajarlah…namanya juga pacaran hehehe…masak harus bertiga, gak mungkin, kan?!!*

Dan ketika hubungan itu harus berakhir dengan alasan2 tertentu…

Semuanya kembali berubah…kita merasa kehilangan yg sangat…wajar seh!!! Baca lebih lanjut