Story Magazine

Huhh…lega rasanya. Akhirnya cerpenku dimuat juga di Majalah Story. Setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya cerpen keduaku –cerpen pertama ditolak- diterima dan dimuat juga di Majalah Story edisi 8, yang terbit 25 Februari lalu.

Hmm…mungkin temen-temen Blogger yang kebetulan mampir ke blogku ini, gak ngeh or ora ngerti atau baru denger ada Majalah yang punya nama Story. Ok, akan aku perkenalkan.

Majalah Story itu adalah sebuah majalah remaja atau istilah kerennya Teenlit Magazine. Bedanya dengan majalah-majalah remaja yang lain terletak pada isinya. Disaat majalah-majalah remaja lain banyak berisi tentang gosip-gosip artis, fashion, tips n trik dan konten-konten tentang remaja lainnya, majalah Story berani menawarkan sesuatu yang berbeda. Dimana isi dari majalah itu berisi cerpen-cerpen berkwalitas dari pengarang yang berkwalitas juga *Ya iyalah, namanya juga teenlit magazine*. Karena majalah ini segmennya remaja, tentu tema-tema cerpen yang dimuat di majalah ini juga bertema remaja.

Kok bisa tahu, Jier? Ceritanya bermula saat aku lomba cerpen di sebuah Tabloid Remaja. Nggak menang seh, tapi gak apa-apa setidaknya dengan ikutan lomba itu sebagai sarana aku untuk belajar nulis cerpen. Kalau belum menang, itu berarti tulisan belum bagus. Jadinya harus lebih giat belajar nulis lagi. Dan belajar menulisnya tentu dengan rajin-rajin posting di blog kesayangan ini.

Balik lagi ke Majalah Story ya… Alhamdulillah waktu terbit edisi pertama aku langsung dengan mudah mendapatkannya. Konon katanya, di daerah lain susah buat dapetinnya. Malu seh sebenarnya buat beli Majalah itu. Ya… secara usia dah gak pantes dan gak cocok buat beli majalah model gituan. Harusnya beli Majalah Mens Health, biar perut gak buncit lagi. Setelah membaca semuanya, sumpah gak nyesel! Secara cerpennya keren-keren. Gimana gak keren, kalau yang menulis cerpen bertema remaja itu adalah penulis-penulis hebat, seperti Ganda Pekasih, Gola Gong, Kurnia Effendi  dll. Selain diisi penulis-penulis hebat itu, Majalah itu juga diisi oleh cerpen-cerpen dari penulis pemula yang karyanya juga gak kalah keren dengan penulis-penulis senior. Makanya langsung terbesit dalam benakku untuk menulis cerpen lagi dan mengirimkannya ke Redaksi Majalah Story, tentunya dengan harapan cerpenku bisa nampang di Majalah tersebut.

Hmmm…..sebenarnya diusia yang sudah gak ABG lagi ini, aku pengen nulis cerpen yang punya tema-tema yang agak dewasa, setidaknya bisa menulis cerpen dengan tema yang sesuai dengan usiaku. Tapi entah kenapa, susah banget tuk buat cerpen dengan tema-tema seperti itu. Beda kalo disuruh buat cerpen dengan tema ABG, bisa ngebut tuh nulisnya. Kenapa ya?!

Disaat kebingungan itu datang, gak salah kalau kemudian aku beli majalah Story. Dengan membaca majalah Story, pikiranku menjadi terbuka. Kenapa jadi terbuka? Karena disana aku melihat banyak penulis-penulis cerpen yang notabene bertema remaja, punya usia yang sudah tidak remaja lagi. Malahan sang Penulis usianya lebih dewasa dibanding aku. Jadi akhirnya aku sadar, Tuhan telah memberiku talenta menulis cerpen khusus tema-tema remaja. Aku lebih cocok untuk menulis cerpen dengan tema-tema remaja. Kan manusia itu berbeda-beda, punya kemampuan masing-masing. Ada yang jago menulis cerpen anak-anak, cerpen remaja, cerpen dewasa, cerpen Islami dan jenis cerpen-cerpen dengan segmen berbeda lainnya. Dan itu harus disyukuri.

Pelajaran lain  yang aku dapat setelah berlangganan majalah Story adalah bahwa banyak hal-hal yang ada disekitar kita yang bisa kita jadikan inspirasi untuk sebuah tulisan. Dari sebuah hal-hal yang sederhana, sang penulis bisa mengubahnya menjadi sebuah cerita yang luar biasa. Cerpen pertama yang aku kirim ke Majalah Story ditolak karena tema-nya standar. Menurutku cerpen itu sudah bagus dan editorpun setuju kalau cerpenku bagus. Tapi temanya…sangat standar, tentang Cinta! Aku pun mengangguk setuju bahwa tema dicerpen pertamaku tuh sangat standar. Makanya setelah membaca cerpen-cerpen di Story, aku baru ngeh kalo tema-tema cerpen yang ada di Majalah Story itu unik-unik dan gak pasaran. Belajar dari kegagalan pertama, aku pun berubah haluan mencari tema yang lain dan unik. Dan Alhamdulillah sang Editor, bia menerima cerpenku. Cerpen diterima bukan berarti langsung dimuat. Itu karena sudah banyak cerpen-cerpen yang layak muat ngantri untuk bisa dimuat. Jadinya… cerpennya harus nunggu giliran berbulan-bulan baru bisa di muat. Setelah menunggu berbulan-bulan, akhirnya cerpenku bisa dimuat juga.

Sebagai penulis pemula, tentu sebuah kebanggaan tersendiri cerpen hasil karyanya bisa dimuat di sebuah Majalah Story. Ini menjadi sebuah pembuktian bahwa karyaku bisa diterima dan dihargai oleh orang lain. Sebenarnya ini bukan cerpen pertamaku yang dimuat di majalah remaja, sudah beberapa kali cerpen-cerpen karyaku dimuat di majalah lain. Tapi bedanya, karyaku kali ini dimuat di Majalah yang benar-benar mengkhususkan untuk memuat cerpen-cerpen berkwalitas. Jadi bedalah rasanya kalau cerpen aku dimuat di majalah A, dengan cerpenku dimuat di majalah Story.

Dengan cerpenku dimuat di Majalah Story, ini bisa menjadi langkah awal untuk menjadi seorang cerpenis hebat atau mungkin bisa menjadi seorang penulis hebat suatu saat nanti. Amien.

24 thoughts on “Story Magazine

  1. hohoho… mana majalahnya jadi pengen baca😀 kirimin dong ke kantor ku hihihi😀 , selamat ya Hajier😀

    #Hajier
    Beli donk hehehe… Mampir ke toko dibelakang kantormu

  2. Waw, keren..!
    Selamat, ya, Mas. Sudah termasuk hebat, sebab, ditolak satu kali saja. Padahal, saya pernah berpuluh-puluh kali ditolak sebuah majalah…


    #Hajier
    Mungkin saya lagi beruntung hehehe…

  3. Wah, selamat…selamat….
    Kabar yang sangat menyenangkan tentunya. Jadi pengen nulis cerpen lagi nih. Dulu aku sangat berambisi menulis cerpen. Sampai mengoleksi sebuah majalah khusus berisi cerpen.
    Mudah-mudahan Mas Agus gak pelit nularin ilmunya.🙂

    #Hajier
    Mengkoleksi sekaligus dijadikan referensi Mas hehehe…
    Tar aku tularin ya..

  4. iya sih, waktu dulu beli majalah story, agak kaget juga liat nama2 cerpenis dan penulis jaman dulu yg udah ternama. ternyata mereka masih eksis XDDD
    congrats ya hajier!😀


    #Hajier
    Semua ini menjadi awal agar suatu saat nanti aku bisa menjadi penulis dan cerpenis yang eksis hehehe…

  5. ayo nulis lagi jier.. semakin banyak semakin baik. krmkan ke bbrp majalah (majalah teenlit jumlhnya bnyk banget kan?)
    **smg jd cerpenis handal


    #Hajier
    Amien, Thanx buat supportnya mas

  6. WAH SELAMAT YAH KARENA CERPENNYA BERHASIL MASUK KE MAJALAH…
    WAH BISA TERKENAL TUH…
    DUHHH… JADI KEPENGEN MENGIKUTI JEJAK MAS…
    TETAPI SAYANG BELUM ADA BAKAN MENULIS YANG KUAT…

    #Hajier
    Thanx ya…
    Kalo niat dan mau belajar, pasti bisa hehehe

  7. Kenapa mesti malu…kan bisa dibilang beli majalah untuk adiknya….atau anaknya..jika sudah cukup usia untuk punya anak remaja.

    Menulis cerpen remaja tak harus berusia remaja kan? Bahkan usia matang lebih bagus apalagi jika disisipi pesan untuk remaja dalam tulisan itu.

    #Hajier
    Iya sih mbak, cuma kepengen nulis cerpen yang bertema dewasa gitu, ya minimal dengan tema-tema yang seumuran gitu mbak

  8. Wah baru tahu ada majalah ini🙂
    jadi inget majalah Anita Cemerlang, Ceria..
    Selamat ya, Mas. Keep writing!
    /rizky

    [Hajier]
    Saya malah gak sempet baca/gak tahu bentuk dan rupa majalah Anita Cemerlang, tahunya cuma Anekayess!!

  9. humm ngiri deh.. hehehe.. hobi juga sihg nulis,, tapi selalu setengah-setengah.. heehe.. oia boleh tau gimana cara kirim cerpennya n mpe bisa dimuat itu gimana??

  10. saya merasa senang dengan kehadiran majalah Story, saya tak melewatkan edisi perdananya. ingin menimba ilmu menulis saya. salam buat pak kurnia effendi…..Kota kecil bernama cinta…

  11. selamat yah udh di muat di majalah stoy cerpenya ka juga suka buat cerpen tp k binggung mau salurin ke mana

  12. mas,,
    boleh nanya kan mas??
    gmana format ngirim cerpen ke majalah story???
    makasih ya mas, atas infonya…
    moga sukses y mas..

  13. Wow kereenn😉 emangnyaa kakak pengen bangett ngirim cerpenku ke majalah story.. soalnya aku suka bangett bikin cerpen.. udah banyak cerpen yg aku buat tapi blm pernah aku post dimajalah.-. caranyaa gimana sih kak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s