Tragedi di Malam Gerimis

Yogyakarta, 2004: Jangan Esmosi!!!

Sore itu tetes demi tetes air hujan mulai membasahi kota Jogja. Acara jalan-jalan sore bersama kekasih terpaksa dibatalkan. Akhirnya kamar kostku yang menjadi pilihan untuk menghabiskan sore berdua. Hari berganti malam, tapi hujan masih saja betah membasahi tanah Jogja. Dalam hati terdalam, ingin sebenaranya aku mempersilahkan sang kekasih hati untuk menginap saja di kost. Tapi…berhubung ada orang tua yang selalu menunggunya dirumah, jadinya terpaksa aku harus mengembalikan  anak orang tsb. Berat tapi harus dilakukan! Hujan pun mulai reda, tinggal gerimis yang tersisa. Bermodal motor pinjaman teman kost, akhirnya dengan berat hati aku hantarkan juga sang kekasih untuk pulang ke rumah. Baca lebih lanjut

CobaanMu, Tuhan!

Bulan Juli ini saya cuma bisa berharap bisa menjadi bulan yang lebih baik dari pada bulan sebelumnya, bulan Juni. Secara pada bulan Juni yang lalu ada peristiwa-peristiwa yang membuat saya harus ikhlas, menerima cobaan yang Tuhan berikan pada keluarga saya.

Pertama, motor yang dipake adek saya kuliah dan motor yang selalu menemani perjalanan saya kesana-kemari saat berada di Palembang, tiba-tiba raib di ambil orang di depan rumah tante saya di Palembang.

Kedua, Nggak lama setelah motor hilang, eh giliran Handphone yang hilang saat perjalanan dalam bis kota dari Banyuasin ke Palembang. Entah handphonenya jatuh atau di copet orang gak tahu pastinya. Yang jelas begitu sampe di Palembang handphonenya sudah raib.

Jarak waktu antara kejadian yang satu dengan yang lainnya cuma beberapa hari dan semua terjadi di bulan Juni. Pelakunya seh bukan saya, pelaku yang menghilangkan saat kejadian itu adik-adik saya. Makanya saya berharap bulan ini akan menjadi bulan yang lebih baik dari bulan Juni kemaren.

Pasti kesel lah punya barang yang biasanya  ada menemani hari-hari kita lalu tiba-tiba hilang. Huhhh… Tapi mau gimana lagi, namanya musibah, hanya ikhlas menerima semua itu. Mau disesali juga barang itu nggak bakalan balik lagi.

Berharap dan berharap lagi semoga ada rezeki lebih buat keluarga saya untuk bisa mengganti barang -barang yang hilang itu. Dan buat yang mengambil, semoga barangnya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.

Saya bangga sebagai orang Indonesia yang selalu bersyukur atas segala musibah yang telah terjadi. Untung cuma motor sama handphone-nya yang hilang, bukan adek-adek saya yang hilang.

Adik-adik saya kan lebih berharga daripada motor dan handphone itu….