Bagi-bagi Award

Akhir-akhir ini kerjaan dan kemalasan menumpuk, jadinya lupa kalo kemaren saya dilimpahi award dari temen blogger yang baik hati dan tidak sombong plus cantik, Suzannita.

*Berdiri di podium, tangan kanan megang award, tangan kanan buka catatan kecil untuk sambutan singkat*, Pertama dan paling utama saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT, karena atas segala limpahan karuniaNya, sampai saat ini saya bisa melakukan aktivitas saya sebagai seorang Blogger,  tetap rajin nulis, posting dan blogwalking.

Terima kasih juga buat Suzannita, yang telah berbaik hati membagi award ini kepada saya, semoga dengan award ini bisa memacu saya untuk lebih rajin memposting tulisan yang bagus, bermutu dan bermanfaat buat yang membacanya.

Tak ketinggalan juga ucapan terima kasih kepada CeritaInspirasi sebagai sumber award ini.

Dan tentunya saya akan mengucapkan Happy Birthday To Blog Bertuah, semoga tambah sukses, sukses dan tambah sukses selalu. Amien.

Selanjutnya, sesuai amanat yang diamanatkan, award ini saya teruskan kepada teman-teman blogger yang lain, yaitu:

Dan juga ada amanat dari pemberi award, buat penerima award diharap mengucapkan selamat hari jadi kepada Blog Bertuah dan membagikannya kembali kepada 9 orang teman.

Dan akhirnya, saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan kunjungannya ke Ceriterane Hajier.

Sudut di Sebuah Coffee Shop -Part II-

Pulang kuliah aku dan Deni mampir ke Gramedia, mencari buku referensi untuk tugas kuliah. Pengunjung Gramedia sore itu ramai sekali, membuatku kurang nyaman untuk membaca buku lebih lama disana. Setelah mendapatkan bukunya, aku langsung bergegas menuju kasir untuk membayarnya.

“Siang…,” suara seorang cewek menghentikan langkahku.“…kamu yang nabrak aku kemarin kan?” tanya cewek itu.

Aku amati wajah yang kini ada dihadapanku. Wajah itu…, wajah yang dulu pernah ada dalam hatiku, wajah yang selalu aku rindukan, wajah yang dulu hilang saat aku mengejarnya, sekaligus wajah yang pernah membuat aku terluka. Kenapa kini datang saat aku sudah melupakan semuanya? “Oh ya?” jawabku dingin.

“Mungkin kamu sudah lupa, sudahlah kalau begitu. Maaf menganggu,” ujar cewek itu dan langsung berlalu meninggalkanku. Sepertinya dia sedikit malu karena aku tidak mengenalnya. Dari kejauhan aku masih melihat dia sedang asyik membaca sebuah buku. Ternyata dia tidak langsung pulang, atau kemungkinan dia baru datang dan begitu melihatku dia langsung menyapaku. Ada pertentangan batin dalam diriku, antara menemuinya kembali atau benar-benar melupakannya. Jika dia memang dihadirkan Tuhan untukku, inilah saat yang tepat untuk menemuinya dan lebih mengenalnya. Mungkin Tuhan masih memberikan kesempatan ke empat untukku. Aku menunda membayar buku di kasir lalu menemuinya. Langkah demi langkah terasa begitu berat untuk mendekatinya. Aku grogi atau aku ragu untuk mengenalnya? Entahlah… Baca lebih lanjut