Hidup dalam Keterpaksaan

Hidup itu pilihan. Kita semua punya pilihan masing-masing untuk hidup kita. Dan masing-masing dari kita jugalah yang harus mempertanggung jawabkan baik dan buruk atas pilihan itu.

Ini adalah salah satu pilihan hidupku. Pilihan untuk menerbitkan postingan ini. Dan akan bertanggungjawab atas semua isi dari postingan ini. Siap menerima resiko apapaun kalau ada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan postingan ini.*Padahal gak bakalan ada yang tersinggung hehehe….*

Sampai sekarang, aku merasa hidup yang aku jalani bukan atas pilihanku sendiri. Melainkan pilihan Ayah. Pilihan-pilihan Ayah yang harus aku jalani.

Yang paling membekas dalam ingatanku adalah ketika selesai menamatkan SD. Menjadi murid terbaik dan peraih NEM tertinggi, tentu dengan gampang aku bisa melengggang ke SMP Favorit di Kotaku. Tapi…karena Ayah punya pemikiran lain, makanya aku gak jadi sekolah disana, tapi di sekolah lain. Kecewa itu pasti. Tapi mau bagaimana lagi, aku gak punya pilihan lain selain harus menurut pada pilihan Ayah. Baca lebih lanjut

Iklan

Sholat Jum’at Bersama Ayah

Setiap saya melaksanakan Sholat Jum’at dan dimanapun Masjidnya, pasti selalu saya mendapati seorang Ayah yang mengajak anak kecil lelakinya untuk sholat bersamanya. Saya suka sekali melihat pemandangan seperti itu. Dalam hati kecil saya pun berjanji, kelak jika saya menjadi seorang Ayah dari seorang anak lelaki, saya juga akan mengajaknya untuk sholat Jum’at bersama ke Masjid.

Apa anak itu paham dengan sholat Jum’at? Tentu mereka belum paham dengan apa itu sholat Jum’at. Yang terjadi malah kegaduhan atau kerusuhan bila seorang anak kecil sholat Jum’at di Masjid. Biasanya ada yang ngompol, menangis, tidur atau juga lari sana sini yang secara otomatis mengganggu Jama’ah yang sedang mendengar Khutbah atau menganggu Jama’ah yang sedang sholat. Terlepas dari semua itu, tentu ajakan sang Ayah sangat baik. Sejak dini telah mengajarkan anak lelakinya untuk mendekatkan diri pada Tuhan, mengajaknya untuk selalu dekat dengan rumah Tuhan.

250px-shalatanakkecil Baca lebih lanjut