Belajar (WordPress) Lagi…

Hari ini sampai 3 hari ke depan saya mengikuti Workshop Media Informasi Elektronik yang diadakan oleh tempat dimana saya bekerja. Materinya antara lain tentang tulis menulis berita, pengelolaan website dan Email, dan materi yang paling gak keren adalah……… cara membuat blog di WordPress!!!

Ya… mungkin sebagian teman lain sangat antusias mengikuti sesi ini karena mereka belum tahu. Sementara saya *Bukannya sok* ya cuma nyengir aja belagak gak tahu materi yang disampaikan, secara saya mengenal WordPress *ngecek arsip* dari Nopember 2008. Tetapi sebagai peserta Workshop yang baik, akhirnya saya mengikuti semua sesi yang diajarkan walau sebenarnya saya sudah tahu banyak. Yang namanya narasumber pasti punya ilmu banyaklah dibanding peserta. Walau saya sudah tahu WordPress dari dulu tapi tetap ada ilmu baru yang akan dapat. Walau ilmu itu sudah lama tahu, tapi karena malas akhirnya jadi gak tahu. Apa itu? Yaitu membuat wordpress secara offline. Jujur saya sudah tahu lama tentang itu, tapi males belajar sama Mr. Google jadinya baru tahu sekarang.

Hikmahnya lagi saya belajar WordPress adalah disaat narasumber menjelaskan sesuatu yang saya tahu, dan merasa materinya gak penting karena sudah tahu saya memilih menceritakannya via blog ini. Finally saya menulis lagi dan Blog ini bisa ter-update lagi.

Ah… senangnya bisa menulis lagi.

 

Sekian… *Doakan saya rajin menulis lagi setelah hari ini, Amien*

 

 

 

Iklan

Saya dan Konsistensi

Banyak orang bilang, kalau kamu mau sukses kamu harus konsisten dengan apa yang kamu cita-citakan. Jangan setengah-setengah! Kalau kemudian saya bercermin atas keadaan saya sekarang ini, jujur saya akui kalau saya belum sukses. Ya, bagaimana bisa sukses kalau saya pribadi punya masalah dengan yang namanya konsistensi! Ya…saya gak pernah bisa konsisten dengan apa yang saya cita-citakan selama ini. ūüė¶

Apa itu konsistensi?

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, konsistensi adalah kemantapan atau ketetapan dalam bertindak. Maksudnya adalah selalu melakukan apa yang seharusnya dilakukan sampai rencana atau tujuan itu berhasil dicapai. Setidaknya begitulah terjemahanku tentang yang namanya konsistensi. Teman-teman punya definisi lain tentang konsitensi, yuk di-share di blogku ini. Dan walaupun definisi dari kata konsistensi itu berbeda-beda, tapi maksud dan tujuannya pastilah sama. Ah, sudahlah, kenapa saya malah meributkan tentang definisi konsistensi ya?

Saya akui itu. Tak tahu kenapa? Yang pasti tentunya saya gak pernah bisa konsisten dengan apa yang telah saya rencanakan. Konsisten saya hanya bertahan satu atau dua hari. Paling banter ya satu minggu lah. Setelah itu, Waallahu a’lam. Baca lebih lanjut

Sotoji Lebih Sehat dan Bergizi Dibanding Mie Instan

Sotoji

Kata itu pertama kali saya baca saat berkunjung di Mailing List Blogger Palembang, Wong Kito. Di milist tersebut rame teman-teman sesama blogger menceritakan kalau kiriman Sotojinya sudah datang. Tak lupa juga memberi sedikit komentar tentang Sotoji.

Jujur saya penasaran. Apa itu Sotoji? Plus ditambah lagi mereka dapat gratisan pula. Rasa penasaran itu akhirnya berubah rasa iri hehehe… Setelah membaca secara seksama dan sejelas-jelasnya, saya pun akhirnya mendapatkan info bagaimana cara mendapatkannya. Dari ¬†Deblogger¬†ini lah akhirnya¬†¬†Sotoji pun sampai juga di rumah. Saya siap memasaknya lalu menyantapnya. Pasti Yummy….

Gambar

Sotoji untuk saya pun akhirnya datang...

Hal pertama yang saya rasakan saat memulai untuk memasaknya adalah rasa antusias. Ya, rasa antusias terhadap sesuatu yang baru. Karena menurut saya Sotoji adalah varian makanan instan baru. Saya tidak pernah mendengar sebelumnya ada Soto dalam kemasan instan.  Kalau Mie instan rasa Soto mah banyak. Dari merek A sampai Z, semua menawarkan rasa soto. Kenapa soto? Saya yakin karena soto adalah hidangan kuliner khas Indonesia yang bisa kita temui di mana pun. Jadi agar merakyat dan disukai banyak konsumen, akhirnya produsen mie memilih varian rasa yang akrab dengan lidah rakyat. Tentu dengan harapan penjualan yang dapat meningkat. Ups.. kenapa akhirnya saya ngelantur bahas Mie Instan rasa soto ya? *Bingung sendiri* Yang jelas adalah, Sotoji sangat berbeda dengan mie instan rasa soto yang beredar di pasaran.

This is it, Sotoji ala Hajier… :)) Baca lebih lanjut