Sotoji Lebih Sehat dan Bergizi Dibanding Mie Instan

Sotoji

Kata itu pertama kali saya baca saat berkunjung di Mailing List Blogger Palembang, Wong Kito. Di milist tersebut rame teman-teman sesama blogger menceritakan kalau kiriman Sotojinya sudah datang. Tak lupa juga memberi sedikit komentar tentang Sotoji.

Jujur saya penasaran. Apa itu Sotoji? Plus ditambah lagi mereka dapat gratisan pula. Rasa penasaran itu akhirnya berubah rasa iri hehehe… Setelah membaca secara seksama dan sejelas-jelasnya, saya pun akhirnya mendapatkan info bagaimana cara mendapatkannya. Dari  Deblogger ini lah akhirnya  Sotoji pun sampai juga di rumah. Saya siap memasaknya lalu menyantapnya. Pasti Yummy….

Gambar

Sotoji untuk saya pun akhirnya datang...

Hal pertama yang saya rasakan saat memulai untuk memasaknya adalah rasa antusias. Ya, rasa antusias terhadap sesuatu yang baru. Karena menurut saya Sotoji adalah varian makanan instan baru. Saya tidak pernah mendengar sebelumnya ada Soto dalam kemasan instan.  Kalau Mie instan rasa Soto mah banyak. Dari merek A sampai Z, semua menawarkan rasa soto. Kenapa soto? Saya yakin karena soto adalah hidangan kuliner khas Indonesia yang bisa kita temui di mana pun. Jadi agar merakyat dan disukai banyak konsumen, akhirnya produsen mie memilih varian rasa yang akrab dengan lidah rakyat. Tentu dengan harapan penjualan yang dapat meningkat. Ups.. kenapa akhirnya saya ngelantur bahas Mie Instan rasa soto ya? *Bingung sendiri* Yang jelas adalah, Sotoji sangat berbeda dengan mie instan rasa soto yang beredar di pasaran.

This is it, Sotoji ala Hajier… :))

Sotoji Lombok Ijo Ala Hajier

Sotoji itu singkatan dari Soto Jamur Instan. Dari singkatan itu pasti kita semua tahu apa yang ada dalam kemasan itu. Yang biasa kita temui dari sebuah masakan kuliner bernama soto adalah adanya mie sohun atau sohun sajalah kita menamainya. Selain kuah soto dan sohun, yang gak ketinggalan dalam sebuah mangkuk soto adalah adanya irisan daging, entah itu daging ayam atau sapi atau yang lainnya, seperti bagian kaki sapi atau kaki ayam yang biasa disebut Soto Ceker Ayam. Beragamnya budaya bangsa kita ternyata juga berpengaruh terhadap bervariasinya kuliner kita. Walau sama-sama yang namanya soto, antara daerah satu dengan yang lainnya punya cara dan komposisi yang berbeda dalam penyajian masakan bernama Soto. Gak heran kalau rasa dan komposisi yang ada dalam semangkuk Soto Lamongan berbeda dengan Soto Cirebon. Tapi walau berbeda, toh makanan itu tetep dinamakan soto. Nah, kehadiran Sotoji dengan tambahan Jamur Tiram dalam kemasannya tentu akan memberikan sesuatu pengalaman yang berbeda saat kita menyantapnya. Gimana rasanya makan Soto plus jamur Tiram? Kalau penasaran langsung sajalah mencoba memasak  Sotoji…

Saat membaca petunjuk cara memasak Sotoji, ternyata caranya tak jauh berbeda dengan memasak mie Instan. Yang membedakannya adalah durasinya. Untuk memasak Sotoji dibutuhkan waktu yang sedikit agak lama dibanding memasak mie instan. Sekitar 4 – 6 menit lah. Semua ini dilakukan agar Sohun dan Jamur bisa matang secara sempurna. Tentu akan kita akan lebih menikmati makanan yang matang sempurna dibanding dengan yang setengah matang tentunya. Jadi tak apalah memasak agak lebih lama agar Sotoji yang kita makan terasa sempurna. Agar lebih sempurna lagi menyatap Sotoji adalah dengan menambahkan bahan tambahan yang sesuai dengan selera pribadi masing-masing. Berhubung saya suka pedas, maka saya tambahkan irisan cabe rawit plus cabe hijau, biar Sotoji bikinan saya terasa lebih Hot.

Masalah rasa, hmm… sayangnya rasa Sotoji tak beda jauh dengan rasa mie instan yang ada di pasaran. Komposisi bumbunya mungkin sedikit berbeda, tapi setelah dicoba ternyata gak ada bedanya dengan mie instan rasa Soto. Mungkin karena sama-sama rasa soto jadinya rasanya hampir mirip. Yang membedakannya adalah adanya irisan Jamur Tiram yang terasa kenyal saat dimakan. Terasa seperti daging ayam. Jadi makan Sotoji terasa lebih nikmat dibanding dengan mie instan rasa soto.

Tapi kalau boleh memilih antara mengkonsumsi Sotoji dengan mie instan rasa soto, jelas lah saya akan memilih Sotoji. Jujur saya memilih Sotoji bukan karena tulisan ini dalam rangka lomba yang diadakan Sotoji lho, tapi emang saya lebih memilih Sotoji. Kenapa? Yang paling utama adalah adanya Jamur Tiramnya itu lho…. Jarang-jarang kan makan jamur? Kalau saya sih jujur emang jarang makan makanan yang berbahan dasar jamur. Walau saya sebenarnya adalah penggemar jamur. Dan saat sohun bersanding dengan Jamur Tiram dalam Sotoji, nikmatnya tiada tara. Selain nikmat tentu saja gizi yang terkandung dalam Sotoji lebih baik daripada kita mengkonsumsi mie Instan. Jadi sekarang kalau mau sarapan atau kelaparan di tengah malam, mending milih Sotoji dibanding dengan mie Instan. Lebih sehat dan bergizi.

Sebenarnya saya pengen lagi makan Sotoji, tapi sayangnya saya belum bisa mendapatkan Sotoji kembali di supermarket di kotaku. Apakah Sotoji hanya bisa di order via Online? Sayang sekali kalau demikian. Saya berharap Sotoji bisa lebih memperluas jangkauan pemasarannya sampai ke daerah-daerah terpencil seperti di kotaku. Sehingga masyarakat bisa menikmati makanan Instan yang lebih sehat dan bergizi dibandingkan mie instan yang banyak dikonsumsi masyarakat kita.

Sotoji, i like it…

 

3 thoughts on “Sotoji Lebih Sehat dan Bergizi Dibanding Mie Instan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s