Internet; Pahlawan Kami

Saya mengenal Internet sejak SMU, sekitar tahun 2000-an. Dikarenakan saat itu Internet adalah sesuatu yang masih langka dan wah bagi saya, jadi saya mengaksesnya cuma seminggu sekali. Itu pun diajak teman. Kita patungan karena saat itu biaya akses Internet masih mahal, sekitar Rp. 5000/Jam. Bagi saya yang masih SMU dan tinggal nge-kost jauh dari orang tua, uang Rp. 5000 di saat itu lumayan berarti. Apalagi hanya untuk aktivitas chating atau browsing hal-hal yang memang hanya sebatas untuk hiburan.Chating hanya tuk cari kenalan cewek baru dan browsing tuk melihat foto atau video-video porno. Sangat mubazir kan? Hehehe….

Dapat mengakses Internet secara luas baru saya rasakan saat kuliah di Yogyakarta. Ya, di kota pelajar itu namanya warnet menjamur dimana-mana. Selain harganya murah, warnet di Yogyakarta kebanyakan buka 24 jam. Dari sanalah mulai saya bisa merasakan arti pentingnya Internet. Salah satunya yang untuk mencari tugas-tugas kuliah. Ternyata banyak sekali keuntungan yang bisa didapat kalau kita bisa memanfaatkan Internet secara baik dan bijak. Selain bisa mencari bahan-bahan untuk tugas kuliah, kita juga bisa update informasi terkini yang mungkin tv dan surat kabar belum mengetahui, bisa melepas kangen dengan keluarga yang jauh disana dengan fasilitas chating n webcam dan tentu banyak lagi. Bisa punya koleksi video bokep juga gara-gara kenal internet hehehe… Untuk yang terakhir apa juga bisa dikatakan salah satu manfaat penggunaan internet??? :P

Mungkin manfaat-manfaat penggunaan Internet yang saya sebutkan diatas juga dirasakan oleh banyak orang. Saya yakin semua merasakannya. Kita menjadi lebih up-date terhadap perkembangan yang ada dibelahan dunia manapun. Hubungan kita dengan keluarga, saudara atau teman-teman yang jauh pun bisa terasa menjadi dekat.

Akan tetapi manfaat terbesar  yang saya rasakan saat memanfaatkan akses Internet sebagai tekologi Informasi terjadi pada saat Lebaran Idul Fitri tahun 2011 kemarin. Apalagi saat itu saya berada di Pagar Alam, sebuah kota kecil di Sumatera Selatan yang bisa ditempuh perjalanan darat selama 7 jam dari Palembang. Saat itu saya merasa bak seorang Pahlawan di kampung sendiri.

Kita semua tahu bahwa menjelang datang Idul Fitri 1432 H/2011 M sudah terdengar bahwa akan ada perbedaan waktu dalam menentukan datangnya hari Raya Idul Fitri. Sebagian masyarakat muslim Indonesia sudah yakin akan merayakan terlebih dahulu, yaitu tanggal 30 Agustus 2011. Sementara muslim Indonesia yang lain menunggu keputusan dari Menteri Agama melalui sidang Isbat yang selalu dilakukan saat menjelang datangnya hari raya.

Hari ke 29 Ramadhan adalah hari yang mendebarkan bagi semua muslim di Indonesia. Ya, karena malam itu akan diputuskan kapan hari raya Idul Fitri tiba. Saya dan orang-orang kampung yang berpijak pada pemerintah akhirnya hanya bisa menunggu keputusan apa yang akan diambil pemerintah nanti. Apakah besok lebaran atau lusa? Selesai sholat Magrib semua masyarakat di kampong sudah berada di depan televisi masing-masing menanti keputusan Menteri Agama. Lalu tiba-tiba…. byar pet. Listrik padam! Tidak hanya itu,ternyata ada musibah kebakaran di kota kecilku. Tentu saja listrik di seluruh kotaku langsung mati. Sepertinya listrik mati akan lama karena api yang membakar rumah penduduk semakin besar dan merambat ke beberapa rumah di sekitarnya. Melihat kebakaran itu sejenak semua orang lupa apakah akan berlebaran besok atau lusa. Tapi tetap dalam benak masing-masing kami pasti bertanya-tanya, jadi gak lebaran besok?

Api sudah reda, semua pulang ke rumah tapi  listrik belum juga hidup. Jadinya ya kami hanya bisa menduga-duga apakah besok jadi lebaran atau gak?

Sebenarnya saya sudah mendapatkan informasi lebaran dari sms teman yang berada diluar kota. Tapi untuk menginformasikanya ke Pengurus Masjid ya kok kurang pantas ya. Kurang valid. Untungnya aku ingat dengan Internet. Bukankah banyak informasi yang di penjuru dunia bisa di akses dengan mudah dan cepat dengan Internet. Akhirnya bermodal sisa batere laptop dan modem XL, aku bisa membuka portal berita online. Dan jelas dari beberapa portal berita online yang saya buka semua ditambah dengan membuka situs resmi Kementerian Agama RI akhirnya keputusannya bahwa lebaran jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Dengan internet kita bisa XLangkah Lebih Maju tahu terhadap informasi yang sedang berkembang.

Para pengurus Masjid sangat berterima kasih padaku atas informasi yang aku sampaikan beserta barang bukti yang saya bawa ke masjid. Meskipun laptop hanya bertahan selama 10 menit, tapi informasi yang bisa diperoleh dapat memberikan informasi penting bagi kemaslahan orang banyak. Saat itu kok saya merasa bak pahlawan yang mampu membebaskan banyak orang dari informasi yang kurang jelas menjadi informasi yang jelas. Padahal itu jelas-jelas bukan karena saya, itu semua karena Internet. Jadi yang jadi pahlawan bukan saya, tapi Internet.

Setelah informasi itu didapatkan, kami pun langsung melaksanakan sholat Terawih berjamaah di Masjid dengan hanya bercahaya lampu petromak.

Internet, kamu pahlawanku. Karena kamu, akhirnya kami tidak terlalu lama menunggu dalam ketidakjelasan.

Sang Bidadari

Postinganku kali ini akan bercerita tentang sesosok bidadari yang diturunkan Tuhan untukku. Bidadari ini tidak hanya menolong saat peristiwa itu terjadi, Bidadari ini juga memberiku semangat untuk menulis lagi -Gak ada hubungan sebenarnya dengan semangat tulis-menulisku. Tapi kalau dipikir-pikir ada juga lho hubungannya *Mbulet. Hubungannya ada, setelah sekian orang mendengarkan ceritaku, aku juga ingin mengenangnya dengan rangkaian kata agar suatu hari nanti aku masih teringat dengan kejadian itu. Kejadian dimana saat aku ditolong bidadari itu.

Mendengar kata Bidadari pasti yang ada dalam benak kita adalah seorang wanita yang cantik jelita. Bidadari yang aku temui bukanlah seperti itu. Bidadari yang aku temui adalah seorang ibu muda yang sepertinya sedang hamil *Terlihat dari perutnya yang buncit.  Mengapa sampai aku memanggilnya dengan sebutan bidadari? Tak lain dan tak bukan adalah karena kebaikan hatinya yang seperti seorang bidadari.

Cerita ini terjadi bulan Oktober kemaren saat aku berkesempatan cuti untuk pulang kampung ke kampungnya Ortu di Pati, Jawa Tengah. Kebetulan disana masih ada keluarga besar dari Ayah, jadi seklian silaturahmi setelah 5 tahun gak kesana. Sengaja gak menghubungi keluarga disana karena niatnya bikin kejutan -Tiba-tiba keponakannya yang jauh dari Sumatera nongol di depan rumah. Untuk perjalanan kesana aku gak perlu tanya sana-sini karena sudah hapal diluar kepala. Kebetulan selama kuliah dulu sudah sering mondar-mandir disana. Perubahan disana-sini pasti ada secara 5 tahun sudah aku gak pernah kesini. Tapi untuk tahu rumah sang Nenek –adiknya nenek- gak begitu sulit. Dari Terminal Pati naik bis tujuan Purwodadi dan turun di dekan SMP N 2 Kayen. Nyampe deh. Continue reading

Indah Dewi Pertiwi Menghipnotisku

Indah Dewi Pertiwi . Mendengar nama itu ingatanku langsung tertuju pada sebuah lagu mellow dengan judul, Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa. Penyanyi pendatang baru yang cantik dan seksi. I like it!!! Setelah itu… seperti dihipnotis, aku melihat seorang Indah Dewi Pratiwi yang sebelumnya menyanyikan lagu mellow langsung berubah menyanyikan lagu yang up beat seperti itu. Aku terhipnotis. Antara sadar dan tidak aku menyaksikan transformasi yang begitu berbeda dan cepat dari seorang Indah Dewi Pertiwi. Menakjubkan!!!

Berkenalan dengan lagu notis Indah Dewi Pertiwi  secara tidak sengaja. Mendengar dan menyaksikannya pun hanya sepotong-sepotong melalui jeda iklan di tv. Dengan potongan lagu yang tidak seberapa itu, aku berasumsi bahwa potongan lagu yang aku dengar itu adalah soundtrack dari sebuah acara tentang hipnotis. Apalagi dandanan sang penyanyi yang luar biasa itu membuat aku sama sekali tidak mengenalinya. Kenapa aku berfikir demikian?  Saat lagu ini sering diputar sebagai iklan ditelevisi, saat itu pula sedang marak acara televisi yang berbau-bau hipnotis. Jadi wajar kan kalau aku berpendapat demikian.

Dan pendapat itu terpatahkan saat melihat penampilan langsung Indah Dewi Pertiwi di salah satu acara musik. Aksi panggungnya saja keren, gimana dengan video klipnya? Pasti lebih keren. So…gak perlu menunggu lama, langsung aku melihat video klip Indah Dewi Pertiwi dengan judul Hipnotis disini.

Speecless.Itulah reaksi pertama kali aku melihat video klip tersebut. Video klipnya sungguh-sungguh luar biasa. Kereeen. Secara belum pernah melihat video klip seperti itu disini. Gimana? Keren kan?

Setelah melihat video klipnya yang keren itu, sayang kalau tidak diabadikan dalam postingan diblogku tercinta ini. Kenapa harus blog? Karena biar kapan-kapan aku bisa baca lagi dan tentu juga teman-teman yang lain jadi tahu begitu kerennya video klip Hipnotisnya Indah Dewi Pertiwi saat mampir ke blogku ini.

Pertam-tama kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam Indonesia yang sangat indah. Dan menjadi indah saat keindahan alam itu diberi sentuhan animasi oleh sang sutradara video klip Anggi Umbara. Diantaranya Air Terjun Sendang Gile, Tanjung Aan (Lombok), Laut Jawa, serta kota Jakarta dengan lokasi Jalan-jalan utama kota Jakarta yang dipenuhi dengan banyak gedung bertingkat. Dari itu saja kita sudah diberi pemandangan yang luar biasa.Biasanya kan Video klip hanya mengambil satu atau dua lokasi saja, sedangkan di video klip ini, banyak lokasi dan juga peralatan-peralatan militer yang ikut mendukung kesuksesan video klip Hipnotis ini. Kalau kemudian ada isu bahwa Video klip ini adalah video klip dengan biaya yang mahal, wajar saja kan. Hasilnya memang keren kok!!

Lanjut…

Setelah melihat pemandangan indah negeri kita, lalu kita diajak keluar angkasa. Melihat perputaran benda-benda luar angkasa. Lalu beralih ke suatu zaman  canggih yang penuh teknologi. Muncul sebuah robot. Dimana sang robot tersebuat adalah perwujudan seorang Indah Dewi Pertiwi. Btw, even Indah Dewi Pertiwi jadi robot sekalipun, gak ketinggalan lho cantik dan seksinya. Top deh buat yang buat tuh robot. Perwujudannya gak jauh beda dari sang penyanyi.

Gak ada kata lagi buat menjelaskan video klip itu selain keren, keren dan kereenn!!!

Sukses buat Indah Dewi Pertiwi, kamu telah menghipnotis aku…. :)

Dendam Seorang Bayi

Aku benar-benar ketakutan. Dengan napas terengah-engah akhirnya aku masuk ke dalam kamarku. Kurebahkan diriku di tempat tidur untuk menenangkan diri.

Suara tangisan bayi terdengar di telingaku. Aku buka mata dan kudapati seorang bayi dengan tubuh penuh luka dan darah menatapku tajam. Lalu bangkit menghampiriku sembari menunjukkan sepasang gigi taring yang siap menerkamku. Aku mundur dan mencoba berlari. Tapi tak bisa. Ada beban berat yang menahanku. Bayi itu mendekat lalu menerkamku. Aku melawannya. Tapi ternyata tenaga bayi itu luarbiasa. Aku menyerah. Aku hanya bisa menangis saat tubuhku dicabik-cabik oleh gigi taringnya. Aku benar-benar menyesal. Mungkin ini balasan yang harus kuterima karena sore tadi mobilku menabrak seorang Ibu hamil dan meninggalkanya begitu saja di jalanan.

“Bangun Ndre, kamu kenapa tidur sambil menangis?” tanya Ibu membangunkanku.

 

Pasca Lebaran

Lebaran baru saja usai. Tapi akan selalu ada waktu untuk saling memaafkan satu dengan yang laennya. Maka izinkanlah saya meminta maaf lahir & batin kepada semua teman-teman blogger yang singgah ke tempat ini. *MaafinHajierYaTeman*

Sebenarnya banyak hal yg pengen saya share disini, tapi… seperti biasa susah sekali tuk menuliskannya, semua hanya berbentuk ide di kepala. Entah kapan ide-ide berubah menjadi postingan untuk menambah jumlah tulisan ya ada diblog ini.

Mungkin demikian dulu posting pasca lebaran kali ini.

Thanx untuk semua yang sudah berkenan meluangkan waktu untuk mampir kesini…

Kebebasan yang (Tak) Bertanggungjawab

Beberapa hari belakangan ini aku sering sekali ribut sama nyokap di rumah. Biasalah ribut antara seorang anak dan nyokapnya. Masalahanya bukan masalah yang besar sehingga membuat hubungan Ibu dan anak jadi berantakan. Bukan. Saya masih mau jadi seorang anak yang berbakti sama orangtua dengan tidak menyakiti atau melawan mereka. Masalahnya hanya hal sepele; nyokap sebel ngelihat tingkahku selama ini. Nyokap sebel ngelihat kamarku yang selalu berantakan; nyokapsebel ngelihat tingkahku yang sering menaruh barang sembarangan, waktunya butuh baru sibuk mencari-cari; nyokap sebel ngelihat sikap pelupaku; nyokap sebel ngelihat kebiasaan makan dan tidurku –nyokap pengennya ngelihat aku diet dan sering olahraga; nyokap sebel, sebel dan sebel melihat kelakuanku yang menurutnya gak banget itu. Huh!!! Continue reading

My Homework

Selalu ada keinginan dalam diri untuk segera menulis lalu mempostingnya dalam blog saat  beragam ide tak henti-hentinya muncul dalam benakku. Tapi entah kenapa –aku hanya diam- akhirnya ide-ide itu lenyap begitu saja. Hiks… sedih juga sebenarnya melihat blogku kosong melompong.

Hmm… setelah pikir dipikir, banyak alasan-alasan –gk penting sebenarnya- yang membuatku seperti ini. Continue reading

Kopdar Bareng WongKito

Akhirnya kesempatan untuk kopdar bareng anak-anak Wong Kito datang juga. Bertempat di Surabi Akang, jam 8 malam, satu persatu anak WK datang juga. Nggak semua sih, hanya beberapa orang. Walau hanya beberapa orang, tapi tetep nggak mengurangi ke-sakral-an kopdar malam itu hehehehe….

Malam itu saya kopdar bareng Suzan n adeknya, Mbak Ira, Jafis, Nike n suami Mas Alam, dan Goiq

Ternyata kopdar itu menyenangkan. Teman-teman yang selama ini hanya tahu di dunia maya, akhirnya bisa bertemu di dunia nyata. Banyak hal yang menyenangkan saat kopdar terjadi dan itu membuat saya pengen untuk ikutan kopdar lagi. Kopdar dengan siapapun. Ada yang mau ngajakin kopdar lagi?

Oh ya, diakhir kopdar malam itu, saya dikasih sebuah agenda cute dari Nike, yaitu sebuah agenda dari AXIS. Agenda yang menjadi salah satu merchandise saat Provider AXIS mengadakan kopdar bareng AXIS dengan Wong Kito beberapa bulan yang lalu.

Agenda Axis

Thanx buat anak-anak WongKito yang berkenan meluangkan waktu untuk kopdar bareng saya yang berasal dari daerah ini. Dan juga buat Axis, thanx buat agendanya. Axis memang baik kok hehehe….

Bagi-bagi Award

Akhir-akhir ini kerjaan dan kemalasan menumpuk, jadinya lupa kalo kemaren saya dilimpahi award dari temen blogger yang baik hati dan tidak sombong plus cantik, Suzannita.

*Berdiri di podium, tangan kanan megang award, tangan kanan buka catatan kecil untuk sambutan singkat*, Pertama dan paling utama saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT, karena atas segala limpahan karuniaNya, sampai saat ini saya bisa melakukan aktivitas saya sebagai seorang Blogger,  tetap rajin nulis, posting dan blogwalking.

Terima kasih juga buat Suzannita, yang telah berbaik hati membagi award ini kepada saya, semoga dengan award ini bisa memacu saya untuk lebih rajin memposting tulisan yang bagus, bermutu dan bermanfaat buat yang membacanya.

Tak ketinggalan juga ucapan terima kasih kepada CeritaInspirasi sebagai sumber award ini.

Dan tentunya saya akan mengucapkan Happy Birthday To Blog Bertuah, semoga tambah sukses, sukses dan tambah sukses selalu. Amien.

Selanjutnya, sesuai amanat yang diamanatkan, award ini saya teruskan kepada teman-teman blogger yang lain, yaitu:

Dan juga ada amanat dari pemberi award, buat penerima award diharap mengucapkan selamat hari jadi kepada Blog Bertuah dan membagikannya kembali kepada 9 orang teman.

Dan akhirnya, saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan kunjungannya ke Ceriterane Hajier.

Sudut di Sebuah Coffee Shop -Part II-

Pulang kuliah aku dan Deni mampir ke Gramedia, mencari buku referensi untuk tugas kuliah. Pengunjung Gramedia sore itu ramai sekali, membuatku kurang nyaman untuk membaca buku lebih lama disana. Setelah mendapatkan bukunya, aku langsung bergegas menuju kasir untuk membayarnya.

“Siang…,” suara seorang cewek menghentikan langkahku.“…kamu yang nabrak aku kemarin kan?” tanya cewek itu.

Aku amati wajah yang kini ada dihadapanku. Wajah itu…, wajah yang dulu pernah ada dalam hatiku, wajah yang selalu aku rindukan, wajah yang dulu hilang saat aku mengejarnya, sekaligus wajah yang pernah membuat aku terluka. Kenapa kini datang saat aku sudah melupakan semuanya? “Oh ya?” jawabku dingin.

“Mungkin kamu sudah lupa, sudahlah kalau begitu. Maaf menganggu,” ujar cewek itu dan langsung berlalu meninggalkanku. Sepertinya dia sedikit malu karena aku tidak mengenalnya. Dari kejauhan aku masih melihat dia sedang asyik membaca sebuah buku. Ternyata dia tidak langsung pulang, atau kemungkinan dia baru datang dan begitu melihatku dia langsung menyapaku. Ada pertentangan batin dalam diriku, antara menemuinya kembali atau benar-benar melupakannya. Jika dia memang dihadirkan Tuhan untukku, inilah saat yang tepat untuk menemuinya dan lebih mengenalnya. Mungkin Tuhan masih memberikan kesempatan ke empat untukku. Aku menunda membayar buku di kasir lalu menemuinya. Langkah demi langkah terasa begitu berat untuk mendekatinya. Aku grogi atau aku ragu untuk mengenalnya? Entahlah… Continue reading

Sudut Di Sebuah Coffee Shop

Keinginan untuk bisa menikmati Capucino telah menghantarkanku di sebuah Coffee Shop yang baru buka disebuah Mall. Tak ada yang spesial saat aku melihat Coffee Shop tersebut, tata ruang dan suasananya tak beda dengan Coffee Shop lain yang bertebaran di Jakarta. Capucino minuman kegemaranku pun tak kudapati rasa yang beda dengan Capucino yang aku minum di tempat lain. Tak apalah, toh masih harga promosi, setidaknya aku tidak merasa rugi harus menjatuhkan pilihanku kesini.

Dari sudut tempatku duduk di Coffee Shop ini, aku bisa melihat lalu lalang pengunjung Mall. Tak jarang aku mendapati orang-orang yang aku kenal jalan bersama keluarga, pacar, atau mungkin… selingkuhan! Tak terasa sudah dua jam waktu aku habiskan disini. Biasanya kalau lagi sendiri di Coffee Shop, aku akan langsung setelah minuman atau makanan yang aku pesan tandas. Tapi… entah kenapa aku merasa begitu nyaman duduk di tempat ini. Saat aku putuskan untuk pulang, ada sebuah kerinduan untuk bisa kembali lagi ke tempat ini. Continue reading