November 10, 2009

Maling Sandal Jepit

sandal-jepit

Punya sandal jepit dirumah? Pastinya dong punya. Tahu sendiri kan kalo sandal jepit itu selain nyaman digunakan, juga punya harga yang murah meriah. Makanya banyak orang suka dengan sandal jepit. Dan karena banyak orang suka, makanya banyak orang yang punya. Saking banyaknya orang yang punya sandal jepit, maka untuk membedakannya banyak cara dilakukan. Antara lain dengan menandai dengan satu huruf sebagai inisial nama atau tanda garis atau tanda-tanda lainnya. Semua itu dilakukan agar sandal jepit yang satu dengan sandal jepit yang lainnya tidak tertukar. Tahu sendiri kan sudah banyak kejadian sandal jepit yang tertukar dimasjid atau ditempat-tempat umum lainnya. Sandal jepit yang masih baru ditukar dengan sandal jepit yang sudah butut. Pernah ngalamin? Memang sih harganya tidak seberapa kalau sandal jepit kita tertukar atau hilang, tapi tetep kan ada rasa kesal yang bergemuruh didada begitu tahu sandal jepit kita hilang/ tertukar. Baca terus →

Oktober 20, 2009

Sholat Jum’at Bersama Ayah

Setiap saya melaksanakan Sholat Jum’at dan dimanapun Masjidnya, pasti selalu saya mendapati seorang Ayah yang mengajak anak kecil lelakinya untuk sholat bersamanya. Saya suka sekali melihat pemandangan seperti itu. Dalam hati kecil saya pun berjanji, kelak jika saya menjadi seorang Ayah dari seorang anak lelaki, saya juga akan mengajaknya untuk sholat Jum’at bersama ke Masjid.

Apa anak itu paham dengan sholat Jum’at? Tentu mereka belum paham dengan apa itu sholat Jum’at. Yang terjadi malah kegaduhan atau kerusuhan bila seorang anak kecil sholat Jum’at di Masjid. Biasanya ada yang ngompol, menangis, tidur atau juga lari sana sini yang secara otomatis mengganggu Jama’ah yang sedang mendengar Khutbah atau menganggu Jama’ah yang sedang sholat. Terlepas dari semua itu, tentu ajakan sang Ayah sangat baik. Sejak dini telah mengajarkan anak lelakinya untuk mendekatkan diri pada Tuhan, mengajaknya untuk selalu dekat dengan rumah Tuhan.

250px-shalatanakkecil Baca terus →

Oktober 14, 2009

Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelanga

Untuk kesekian kalinya Tim Densus 88 sukses menangkap gembong-gembong terrorist di Indonesia. Menangkap dengan kondisi terbunuh tentunya. Tak apalah. Kita patut tetap memberi penghargaan terhadap kinerja Densus 88 yang tak kenal lelah memburuh terrorist yang berkeliaran di bumi kita tercinta ini. Perjuangan selama bertahun-tahun mengejar terrorist yang dilakukan Densus 88 akhirnya berbuah hasil. Satu persatu terrorist kelas kakap akhirnya tumbang. Tapi ingat, kita harus tetap waspada karena terrorist-teroris lain masih berkeliaran di Indonesi. Waspadalah, waspadalah….

Para pelaku bom bunuh diri dan para gembong terrorist yang telah meninggal dunia akan masuk surga. Karena matinya di jalan Tuhan. Atau biasa dikenal dengan sebutan mati Syahid. Dan Ganjaran orang-orang yang mati Syahid adalah surga Itu doktrin yang ada pada golongan mereka. Tapi apakah iya mengebom, membunuh dan mengancam orang-orang yang tak berdosa termasuk mati Syahid? Baca terus →

Oktober 7, 2009

Bacalah Curhatku

Lebaran telah usai *udah lama kaleeee…., kemana aja?!* Setelah merayakan lebaran tentu kita semua berharap menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Tidak hanya berlaku di kehidupan nyata sehari-hari, di dunia maya pun –yang ngakunya seorang blogger- juga berharap bisa menjadi seorang blogger yang lebih baik dari sebelumnya; rajin posting, rajin blogwalking dan tentu berusaha untuk bisa menampilkan postingan yang lebih berkualitas.

Ternyata eh ternyata, harapan saya menjadi blogger yang lebih baik dari sebelumnya pasca lebaran, tidak terbukti. Posting terakhir 2hari sebelum lebaran. Dan setelah 20 hari terlewati begitu saja, sekarang baru bisa posting lagi. Apa iya saya lebih baik dari sebelumnya? Nggak kan!!! Malah lebih parah dari sebelum-sebelumnya!!! Baca terus →

September 18, 2009

Maaf Lahir & Bathin, Kawan…

010_Idul_fitri-card

September 14, 2009

Menjelang Lebaran

Rasulullah SAW, bersabda:

“Barang siapa yang bergembira atas kedatangan bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Hanya bergembira saja kita mendapatkan jaminan seperti itu, bagaimana kalau kita mengisi bulan suci itu dengan banyak ibadah dan berbuat amal kepada sesama, tentu jaminan yang Allah berikan akan semakin besar dan berlipat ganda. Baca terus →

September 9, 2009

Ngopi, Yuk….

coffe_filosofi_by_bengsin

“Ngopi yuk,” ajak salah satu temen kostku, Anton. Dari sepuluh penghuni kost tempatku tinggal, hanya aku yang bersedia menerima ajakan itu. Yang lainnya menolak dengan alasan sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Aku juga sebenarnya sedang mengerjakan tugas kantor, tapi berhubung ada embel-embel gratis dari ajakan Anton tersebut, aku yang penggila minuman berkafein itu langsung dengan senang hati menerimanya.

Kami cukup berjalan kaki menuju warung kopi di pinggir jalan yang sudah jadi langganan kami. Kami memilih untuk menikmati kopi di warung kopi karena kami bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari hanya secangkir kopi. Tidak hanya pisang goreng atau tempe goreng yang kami dapat sebagai teman ngopi kami, tapi kami juga bisa mendapatkan teman baru atau mendapatkan sesuatu yang baru yang tidak kami tahu sebelumnya. Tentu semua itu kami dapatkan dari obrolan orang-orang yang ada di warung kopi tersebut. Sesuatu yang tidak bisa kami dapatkan saat membuat kopi di kost-kostan. Kalau hanya untuk menikmati secangkir kopi, tentu kami bisa membuatnya di kost. Baca terus →

September 2, 2009

Aku Anak Seorang Nelayan

Kepenatan mengerjakan tuga-tugas kantor selama ini membuat aku meminta izin cuti dari kantor tempatku bekerja. Aku ingin berlibur. Dan liburan kali ini telah menghantarkanku ke tempat ini. Di sebuah kampung nelayan. Aku sebenarnya tidak benar-benar berlibur ke tempat ini. Ada jejak-jejak yang tertinggal di tempat ini puluhan tahun yang lalu. Kini aku kembali untuk mengenang semuanya. Mengenang masa kecilku, mengenang kampung halamanku dan mengenang semua hal yang layak untuk dikenang.

Suasana pagi di kampung-kampung nelayan selalu ramai. Para nelayan mulai merapatkan kapalnya. Membawa hasil tangkapannya yang langsung diserbu oleh para istri dan anak-anak nelayan yang berjibaku  memilah milih hasil tangkapannya untuk segera dijual. Pemandangan yang selalu bisa disaksikan di setiap kampung nelayan.

Dulu aku juga begitu. Sepulang sekolah atau saat sekolah libur, seperti anak-anak nelayan lainnya, sudah pasti aku habiskan waktu untuk membantu Ibu memilih ikan-ikan hasil tangkapan Ayah untuk di jual. Kalau pun pekerjaan itu selesai, saya dan teman-teman yang lain akan mengais ikan-ikan yang tertinggal di perahu-perahu nelayan. Hasilnya lumayan untuk membantu ibu atau untuk uang jajanku di sekolah.

dapet_brapa_ya___BW_by_bengsin

Ayah dan Ibu sudah berulang kali mencegahku untuk ikut bekerja. Mereka lebih senang melihat aku dirumah, istirahat atau bermain dengan teman-teman lainnya. Cukup mereka saja yang bekerja. Mereka tidak tega melihat aku bekerja dan berpanas-panasan di bawah terik matahari. Mereka hanya ingin melihat aku belajar agar menjadi orang sukses di kemudian hari. Baca terus →