Tak Bisa Memilihmu

Langkah ini begitu berat saat aku harus melangkah pulang menuju apartemenku. Bukan apartemenku yang aku takuti, tapi Andre. Sosok lelaki yang selama 5 tahun ini menemaniku tiba-tiba menjadi sosok yang paling menakutkan di dunia. Aku takut Andre tahu apa yang terjadi dan lalu pergi meninggalkan aku seorang diri. Aku begitu mencintainya dan tak ingin kehilangan dia.

Perlahan aku membuka pintu apartemenku dan seketika itu juga sebuah wajah tampan ada didepanku. Tersenyum padaku. Oh Andre, bisikku dalam hati, wajahmu begitu tampan. Setampan kasih sayangmu selama ini padaku. Itu alasan kenapa selama ini aku bahagia selalu bersamamu dan tidak mau kehilanganmu. Tapi, setelah apa yang aku perbuat, apa aku pantas untuk tetap bersamamu?

Aku berusaha keras menutupi kegundahan hatiku. Aku tidak ingin tahu. Aku berusaha bersikap seperti biasa. Aku bercanda dengannya, aku bermanja dengannya dan aku bercinta dengannya.

Aku pandangi wajah tampan yang masih tertidur lelap di sampingku. Perasaan bersalah seketika menyeruak dalam hatiku. Aku memang bersalah telah mengkhianatinya. Tapi aku juga tak sanggup menghapus bayangan Zara yang terus menerus berkelebat dalam benakku. Memandangi wajah tampan Andre ternyata juga tak mampu menghapus bayangan Zara dalam benakku. Maafkan aku Andre, bisikku pelan padanya, lalu mencium keningnya lembut.

Berkali-kali Zara menghubungiku. Tapi aku berusaha keras untuk tidak menanggapinya. Yang terpenting saat ini adalah Andre. Aku ingin menghabiskan banyak waktu bersamanya sebagai balasan atas pengkhiatan yang aku lakukan dulu. Aku ingin Andre, bukan Zara.

Tapi… aku juga ingin Zara, teriakku dalam hati. Kerinduan terhadapnya selalu hadir menyelinap dalam kebersamaanku bersama Andre. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri kalau aku juga rindu Zara. Aku ingin bersamanya.

Beribu dalih telah aku berikan pada Andre agar aku bisa leluasa menemui Zara. Aku benar-benar menikmati waktu bersamanya. Kenikmatan yang pernah aku rasakan dulu saat pertama kali bertemu Andre. Tapi entah kenapa kebersamaanku bersama Andre kini sudah tidak bisa membuat aku bahagia. Apa aku sudah tidak mencintai Andre lagi? Dan mulai mencintai Zara?

Sepertinya aku mulai tidak menyukai Andre. Wajah dan tubuhnya, sudah tak bisa aku nikmati lagi. Semuanya hambar. Aku hanya diam terpaku saat menerima cumbuan-cumbuan darinya. Tak ada gairah lagi saat aku harus bercinta dengannya.

Dengan sedikit keberanian aku menghindar saat Andre mulai mencumbuku lagi. Aku sudah tak berhasrat lagi mengulang percintaan malam ini. Aku tinggalkan Andre sendiri. Aku ambil sebatang rokok dan menyulutnya. Aku nikmati setiap kepulan asap rokok yang menerpa wajahku sembari menikmati suasana malam Jakarta dari balkon apartemenku di lantai 20. Aku berharap kepulan asap rokokku bisa membawa terbang semua pikiranku tentang Andre dan Zara. Aku ingin sendiri. Aku tidak ingin memikirkan siapapun.

Kamu berubah, Abel,” tiba-tiba suara Andre mengagetkanku. Dia memilih berdiri disampingku. Pandangannya lurus menatap gemerlap lampu-lampu kota Jakarta. Aku hanya bisa diam tak bisa menyangkal. Aku akui aku telah berubah terhadapnya. Aku juga tahu, lambat laun Andre juga akan tahu perubahanku. Dan malam ini, Andre menghakimiku.

Berat sekali rasanya saat Andre memutuskan untuk meninggalkanku. Apa jadinya hidupku nanti tanpa dirinya. Selama 5 tahun ini aku selalu menghabiskan hari bersamanya. Dan kini aku harus sendiri. Sendiri ditinggal kekasih hati.

Rela tak rela, aku harus rela melepaskan Andre dalam hidupku. Ini semua salahku. Aku telah menghianati cintanya. Semuanya yang telah aku lakukan dengan Zara tidak pernah aku rencanakan sebelumnya. Semua mengalir begitu saja.  Aku juga tidak tahu kenapa sejak kejadian itu wajah Zara selalu ada di pelupuk mataku. Mengaburkan wajah tampan Andre yang selalu setia ada di depanku. Jujur, aku tak tahu kenapa?

Kulihat semburat kekecewaan terpancar dari wajah Andre saat meninggalkanku. Dia begitu kecewa denganku. Dan aku… hanya bisa diam. Tak tahu harus berbuat apa.

Berdua bersama Zara adalah cara yang tepat untuk aku bisa melupakan Andre dalam hidupku ini. “Abel… aku mencintaimu,” bisik Zara mesra di telingaku. Aku hanya bisa tersenyum menjawab itu. Entah apa arti senyum itu sebenarnya. Tak perlu diartikan. Bibirku sudah sibuk bermain-main di tengkuk putihnya yang dihiasi sebuah tatto indah. Aku sangat menyukai tatto itu. Sehingga bagian itu tak pernah lepas dari jajahan lidahku saat aku bercinta dengannya.

Zara memilih dada bidangku untuk menopang kepalanya usai bercinta. Kemudian kami pun bercerita tentang banyak hal. Tiba-tiba Zara mengambil sebatang rokok yang terselip indah dibibirku. Aku terkejut dengan tindakannya. Tak pernah sekalipun selama ini Zara mengambil paksa sebatang rokok yang sedang aku nikmati usai bercinta. Tapi untuk saat ini, kenapa?

Aku tidak ingin asap rokok itu hadir diantara kebersamaan kita,” ujar Zara manja. Aku sebenarnya tersinggung dengan perbuatannya. Tapi aku harus menahannya. Karena aku tidak ingin merusak suasana malam ini. Aku harus tetap menjaganya agar selalu hangat. Dan kehangatan itulah yang bisa menghantarkan aku untuk bisa kembali bercinta dengannya.

Tapi….apa yang barusan Zara lakukan langsung mengingatkanku pada Andre. Andre pun selalu menolak kepulan asap rokok itu hadir dalam kebersamaan kami. Ah… kenapa wajah itu kembali hadir di benakku? Bukankah aku telah melupakannya? Tapi kenapa kini dia hadir kembali?

Tiba-tiba aku merasa sangat kehilangan Andre. Aku rindu dia. Aku rindu hangat tubunya.

Aku sudah tidak bergairah lagi untuk kembali bercumbu dengan Zara. Walau sedikit kecewa, tapi akhirnya Zara menerima juga alasanku. Tak ada lagi tubuh mulus Zara dalam benakku. Yang ada kini hanya Andre seorang. Dimanakah engkau Andre?

Saat aku tidak bersama Zara, aku selalu berusaha mendekati Andre kembali. Mengharap maaf darinya. Mengharap hubungan yang pernah kami bina bisa kembali. Tapi apa lacur, Andre sepertinya sudah tak mau memperdulikanku lagi. Tak lelah aku berjuang untuk menerima maaf darinya.

Hubunganku dengan Zara pun tidak sehangat dulu. Aku memang sengaja sedikit menjauh darinya sampai masalahku dengan Andre selesai. Aku hanya menjauh, bukan meninggalkan Zara. Aku mencintainya…

Kamu harus meninggalkan dia, Abel,” itulah syarat yang diajukan Andre padaku. Syarat yang tak mungkin aku penuhi.

Aku tak tahu siapa yang akan aku pilih untuk menjadi kekasih sejatiku. Aku mencintai keduanya, tapi sayang aku tak bisa memiliki keduanya. Aku harus memilih satu diantara mereka. Siapa dia? Zara atau Andre? Tuhan, aku mencintai keduanya…..

———————————————————————————————-

Siapa Zara? Klik disini

19 thoughts on “Tak Bisa Memilihmu

  1. Wew….
    Pertanyaan gue, Zara cewek ato cowok ya??
    Kenapa Zara bisa memberatkan Abel? Mmmm Zara lebih jago di ranjang kali daripada Andre?😛 *kidding

    Lanjutin nggak nih?


    #Hajier
    Baca lagi yang GaL, trus jawab sendiri pertanyaannya hehehe……..
    Thanx dah mampir

  2. naaahh… akhirnya keluar juga cerpennya…
    makin mantafs aja… sering-sering ngapdet Tuan…
    salam sukses…’

    sedj


    #Hajier
    Iya, pengen sering up-date lagi…

  3. Manusia yah cenderung tidak suka sesuatu yang statis. Ketika Abel dapet Andre, dia pengen ke Zara, pun sebaliknya… Hmm I guess there’s should be the 3rd part for this?

    Nice writing, I like it😀


    #Hajier
    Oh begitu ya? Mau ngelanjutin gak?

  4. emang sulit memilh salah satu dri 2 orang yng kta cintai tp it kenyataan yg harus d jalani. baiknya kamu tnaya hati kamu sendri siapa diantara 2 orang itu yng paling kamu cintai dan paling berarty dalam hati kamu.jangan plinplan kamu harus tegas. good luck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s