Tragedi di Malam Gerimis

Yogyakarta, 2004: Jangan Esmosi!!!

Sore itu tetes demi tetes air hujan mulai membasahi kota Jogja. Acara jalan-jalan sore bersama kekasih terpaksa dibatalkan. Akhirnya kamar kostku yang menjadi pilihan untuk menghabiskan sore berdua. Hari berganti malam, tapi hujan masih saja betah membasahi tanah Jogja. Dalam hati terdalam, ingin sebenaranya aku mempersilahkan sang kekasih hati untuk menginap saja di kost. Tapi…berhubung ada orang tua yang selalu menunggunya dirumah, jadinya terpaksa aku harus mengembalikan  anak orang tsb. Berat tapi harus dilakukan! Hujan pun mulai reda, tinggal gerimis yang tersisa. Bermodal motor pinjaman teman kost, akhirnya dengan berat hati aku hantarkan juga sang kekasih untuk pulang ke rumah.

Gerimis masih setia menemaniku saat dalam perjalanan pulang ke kost melalui Jalan Gejayan. Dengan laju kendaraan yang aku pacu perlahan, aku bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan Gejayan di malam hari. Lalu tiba….ssttt… sebuah sepeda motor dengan tidak sopannya menyalip/memotong laju sepeda motorku. Sialan!!! Umpatku pada pengendara itu. Darah mudaku langsung meninggi. Saya Emosi! Langsung aku kejar motor yang menyalip tadi. Tak  butuh waktu yang lama aku sudah bisa mengejarnya dan….langsung mennyalipnya dengan sukses. Senyum kemenangan langsung tersungging dibibirku. Aku yakin tuh orang juga bakal kesal dan marah seperti yang aku rasakan tadi. Biar tahu rasa dia! Sapa suruh motong-motong laju kendaraan orang?!

Tapi… belum puas aku menikmati kemenangan itu, tiba-tiba motor itu kembali menyalip motorku. Aku kembali Emosi. Aku kejar dan menyalipnya lagi. Dan sepanjang Jalan Gejayan itu kami berdua bergantian saling menyalip/memotong satu sama lain. Tentunya untuk membuktikan siapa diantara kami berdua yang paling hebat dalam hal salip menyalip di jalan raya, hehehehe……

Pemenangnya adalah….?!!

Aku lalu tersadar dan merasakan ada sebuah beban berat yang menindihku. Cukup berat sampai aku merasa tak mampu mengangkatnya sendiri. Perlahan kubuka mata dan akhirnya aku tahu beban yang menindihku adalah sepeda motor yang aku kendarai. Entah bagaimana ceritanya kini aku dapati diriku tergeletak ditengah jalan raya dengan tubuh tertindih sepeda motor. Kerumunan orang  pun mendatangiku untuk memberikan pertolongan. Setelah motor diangkat dari atas tubuhku, aku pun berjuang untuk bisa bangkit. Dengan dibantu beberapa orang akhirnya aku bisa berdiri dengan kondisi tubuh yang sakit. Tidak hanya rasa sakit, tapi aku juga bisa menyaksikan darah yang mengalir di bebrapa bagian tubuhku.

Tak hanya tubuhku yang babak belur, motor yang aku pakaipun sama babak belurnya. Bagian depan sudah hancur tak berbentuk. Tapi syukur masih bisa dijalankan untuk mengantarkan aku pulang kost dengan tubuh dan sepeda motor yang sama-sama babak belur.

Palembang, 11 November 2009: Jangan Melamun!!!

Aku sebenarnya masih dan selalu trauma untuk bersepeda motor di malam hari dengan cuaca yang gerimis. Peristiwa beberapa tahun lalu di Jogjakarta selalu berkelebat hadir, menakutiku. Tapi, aku selalu berusaha berfikir positif kalau kecelakaan yang lalu adalah kelalaianku sendiri. Selama aku menjalankannya dengan cara yang baik –tanpa ngebut/menyalip- pasti aku akan baik-baik saja.

Sekian lama tak pergi ke Palembang, akhirnya kesempatan itu datang juga. Jadinya… ya kesempatan yang ada aku gunakan untuk menghabiskan waktu berkeliling Palembang. Menapaki jejak langkah yang pernah aku tinggalkan. Setelah puas berkeliling, aku dan adikku yang menemaniku  memutuskan pulang dimalam hari dengan kondisi cuaca yang gerimis.

Mungkin karena malam Minggu, jadinya jalan-jalan di Kota Palembang sesak oleh berbagai jenis kendaraan. Aku harus pintar-pintar memilih celah agar bisa keluar dari kemacetan di perempatan Rumah Sakit Charitas dari arah Internasional Plaza. Sepanjang jalan Jendral Sudirman aku hanya bisa menjalankan laju kendaraanku pelan, lagi-lagi karena padatnya kendaraan yang melintas disana.

Setelah melewati Fly Over Simpang Polda, arus kendaraan mulai lancar. Tapi tetap harus kosentrasi karena banyak kendaraan –terutama bis kota- yang berhenti mendadak mencari penumpang. Ujung-ujungnya mobil yang dibelakangnya juga bakal berhenti mendadak dan aku yang dibelakang mobil itu juga harus berhenti mendadak untuk menghindari tabrakan. Ditambah dengan jalan licin karena terus-terusan diguyur hujan gerimis. Semakin besarlah resiko tebrakan beruntut kalo tidak hati-hati.  Aku juga harus berulang kali ngerem mendadak agar tidak menabrak kendaraan didepanku. Dan Alhamdulillah…semuanya baik-baik saja.

Keadaan baik-baik saja berubah saat aku baru sadar bahwa mobil didepanku berhenti mendadak. Dan aku menyadari itu setelah jarak antara sepeda motor yang aku kendarai dengan mobil itu hanya berjarak sekitar 50 cm saja. Rem yang aku injak ternyata tidak mampu lagi menahan laju motorku dan akhirnya…brakkk… dengan sukses motor itu menyium body belakang mobil didepanku. Motor jatuh dan akupun ikut jatuh ditengah jalan raya. Beruntung mobil di belakangku mampu menahan laju kendaraannya dengan baik, sehingga peristiwa yang tidak diharapkan bisa terhindar. Nggak bisa dibayangkan kalo ternyata mobil dibelakangku tetap melaju dan menabrak aku dan adikku yang tak berdaya di depannya.

Dengan tertatih-tatih aku berusaha bangkit dan membawa motorku untuk minggir ke tepi jalan. Namun ternyata persoalan belum selesai sampai disana. Mobil yang aku tabrak sedang menungguku di depan. Waduh, terpaksa harus ganti rugi neh kalo yang punya mobil menuntut. Ketakutanku langsung hilang saat pengendara mobil itu menyapaku ramah. Dia tidak menuntut ganti rugi melainkan mencemaskan keadaanku dan adikku. Dia juga minta maaf karena berhenti mendadak sehingga menyebabkan aku jatuh. Itu semua akibat ulah mobil didepannya yang juga berhenti mendadak. Ya sudahlah semua telah terjadi, tak perlu disesali. Kami lalu berjabat tangan dan berpisah dengan tujuan masing-masing.

Mau siang, mau malam, mau hujan, mau terik, mau gerimis dan apapun itu, semoga kejadian ini tidak kembali terulang. Amien…

12 thoughts on “Tragedi di Malam Gerimis

  1. Aduh selalu berhati-hati saja dan berdo’a semoga terhindar dari bahaya. Apalagi lalu lintas di negeri kita mengerikan, salam

    #Pencarian
    Bukan lalu lintasnya yang mengerikan, tapi pemakai lalu lintasnya yang mengerikan…

  2. wuih..serem amat pengalaman lu,jier..kudu slalu waspada,karena monster bahaya slalu mengincar djalanan.


    #Frozzy
    Bahaya ada dimana-mana Frozz…
    Waspadalah,waspadalah…

  3. wah untung semua yang terlibat aksi bak film ituh di karuniai dengan kepala dingin….Jadinya ndak ada yang terpancing emosi.

    Btw, saya juga pernah tuh tiba-tiba berada di kolong mobil karena kendaraan depan berhenti mendadak dan saya telat menarik tuas rem motor.


    #Bukan Facebook
    Lebih serem dari aku ya, sob…
    Btw, dpt apa di kolong mobil orang?😛

  4. Sepertinya situ sering melamun dlm berkendara. Kl lg di jalan raya, kepala hrs dingin,pikirkan keselamatan dulu, ego belakangan. Hny gara2 emosi trs nyawa melayang, duh kasihan keluarga kan?
    Jd kan ini pengalaman utk lbh waspada. Ok bos?


    #Zee
    Ok bos…

  5. aman deh.. semoga kita semua terhindar dari kecelakaan, diberikan keselamatan oleh Allah… tetap semangat Tuan… sehat selalu ya Tuan…

    sedj

  6. hmmm, kayaknya ada yang kangen dengan jogja nih he2…

    amien…
    semoga tak akan pernah terulang kembali sob🙂

    semangat!!!!

    #Zulhaq
    Amien..
    Iya, dah lama gak mampir ke Jogja neh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s