Maling Sandal Jepit

sandal-jepit

Punya sandal jepit dirumah? Pastinya dong punya. Tahu sendiri kan kalo sandal jepit itu selain nyaman digunakan, juga punya harga yang murah meriah. Makanya banyak orang suka dengan sandal jepit. Dan karena banyak orang suka, makanya banyak orang yang punya. Saking banyaknya orang yang punya sandal jepit, maka untuk membedakannya banyak cara dilakukan. Antara lain dengan menandai dengan satu huruf sebagai inisial nama atau tanda garis atau tanda-tanda lainnya. Semua itu dilakukan agar sandal jepit yang satu dengan sandal jepit yang lainnya tidak tertukar. Tahu sendiri kan sudah banyak kejadian sandal jepit yang tertukar dimasjid atau ditempat-tempat umum lainnya. Sandal jepit yang masih baru ditukar dengan sandal jepit yang sudah butut. Pernah ngalamin? Memang sih harganya tidak seberapa kalau sandal jepit kita tertukar atau hilang, tapi tetep kan ada rasa kesal yang bergemuruh didada begitu tahu sandal jepit kita hilang/ tertukar.

Setelah lama gak ngalamin peristiwa sandal jepit tertukar, eh…, baru-baru ini sandal jepit saya tertukar. Bukan di Masjid, tapi di w-net  langganan saya. Peristiwanya nggak sekali, tapi beberapa kali. Pertama, sandal jepit biru saya yang masih baru berganti dengan sandal jepit biru juga yang sudah butut dan kekecilan. Karena saya suka warna biru, maka saya membeli sandal jepit warna biru, dan kembali memakainya untuk nge-net di w-net langganan saya. Selesai ngenet, sandal biru baru saya sudah berubah lagi menjadi sandal biru dengan sandal biru yang berbeda ukuran satu dengan yang lainnya. Kesal? Pasti. Peristiwa pertama masih bisa dimaafkan, yang kedua kali, tentu sulit untuk memaafkan. Nanya sama penjaga w-netnya juga percuma, secara dia juga gak tahu siapa saja yang keluar masuk ke w-netnya. Ujung-ujungnya cuma bisa pasrah mengambil sandal jepit yang ada; yang butut dan kekecilan. Tapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Ujung-ujungnya saya harus bisa menerima semua. Setelah kejadian itu, sekarang saya kalau ke w-net pakai sandal yang ukurannya kecil atau yang ukurannya besar sebelah. Dengan itu tentu sandal jepit saya akan aman selalu.

Kemaren secara nggak sengaja saya memakai koleksi sandal jepit saya yang lumayan agak butut, tapi belum terlalu butut. Setengah baru, setengah butut lebih tepatnya menyebut kondisi sandal jepit saya itu. Setelah keluar w-net dan mencari-cari, ternyata sandal jepit saya kembali raib. Sial!!! Ternyata oh ternyata, hari itu banyak sekali orang yang memakai sandal jepit dengan warna yang sama dan tentu saja dengan kualitas sandal jepit yang berbeda-beda. Ada yang butut banget, setengah butut dan yang masih baru. Tanpa pikir panjang, langsung saja kaki saya memilih sandal jepit yang punya kualitas lebih baik dari sandal jepit saya yang raib. Saya pun lalu melenggang pergi meninggalkan w-net dengan sandal jepit baru orang lain. Tentunya dengan tenang tanpa merasa berdosa sama sekali……

18 thoughts on “Maling Sandal Jepit

    • 1. Letakkan sandal secara terpisah. Jika kamu punya sepasang sandal, maka buatlah sandal kiri di sudut utara misalnya, sedangkan yang kanan di selatan. Ini agar memperlambat kinerja pencuri sandal, dan tentunya ia tidak mau repot mencari yang sebelah lagi. (Kan gak mungkin dia mencuri sandal cuma sebelah)

      2. Pakailah sandal yang buruk. Jangan pakai sandal unik maupun sandal lucu. Ini akan menjadi daya tarik bagi si maling. Biasanya pencuri sandal mencuri sandal yang bagus dan mahal. Pencuri sandal memegang prinsip “Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk.”

      3. Bawalah tas atau kantongan untuk menyimpan sandal kamu, dan letakkan tas di tempat yang aman. Jangan sampai tasnya hilang. Karena kerugian anda bisa double.

      4. Gemboklah sendal kamu dengan gembok pintu atau bila perlu dirantai. Tapi jangan lupa menyimpan kuncinya.

      5. Jangan pakai sendal. Niscaya sandal kamu akan aman di rumah. Dan tentu saja pulangnya pun jangan pakai sandal. Agar anda tidak dituduh maling sandal.

      =========
      itu dapet info dari inet😀

  1. Alas kaki Favorite nie… gak ada yg ngalahin deh. Merk Swallow heheh..
    Biasanya saya ukir tu mas, inisial nama di bagian telapaknya

    @ Riankurus
    Inisialnya pasti RK alias Rian Kurus, betul?!😛

  2. Sandal jepit nya di kasih alarm aja kl lagi parkir, jadi kan pas ada yang nginjek… langsung bunyi tuh…

    Dan bunyi alarm terbaik kayaknya gini deh…
    “WADAAAAOOOOOO, BUSYEEET…. SIAPA NEH YANG NARUH PAKU PAYUNG DI SANDALNYA!!!!! ”

    @ Rizal
    Waduh, jangan lah….kasihan yang nginjek.

  3. jier, lain kali sandalnya ditaruh di atas monitor… aman terkendali tuh.. sekalian bisa diawasi selama berada di warnet…🙂


    @ Mas Guskar
    Aman seh, cuma gak nyaman dipelototin org se-wnet, sendal jepit aja ikut-ikutan masuk

  4. he…he….balada sendal jepit yg sekarang malah sudah modern, hilangnya di w-net,
    kalau dulu selalu hilangnya di mesjid setelah jum’atan ya.
    salam.

    #Bundadontworry
    Iya ya, sandal jepit gak mau ketinggalan zaman. Dulu hilangnya di masjid, sekarang hilangnya di wnet. Tapi masih banyak kok kasus kehilangan sandal di masjid……….

  5. sekarang perlu ditulis pengumuman di tempat parkir sandal… “sandal parkir harap dikunci”… kehilangan / tertukar bukan tanggungjawab petugas, hehehe…

    sedj

    #Sedjatee
    Biasanya kan udah ada tulisannya hehehe….

  6. Hmm…lagi nyari keadilan ya, Mas? Kan selama ini selalu sendalnya yang dicolong, skali-sklai nyolong gak papa donk…hehehe


    #soyjoy
    Yup, bagaimanapun keadilan harus ditegakkan dimanapun!!!

  7. Hahahaha, kalo mau aman pake sepatu kuda aja, gak bakalan ada yang nuker. Kalo sampe ada, berarti setan tuh hihihi…

    Kalo gw dl suka nandain juga,

    #Zulhaq
    Dulu jadi penadah sandal curian, sekarang….jadi makelar sandal curian ya?

  8. hahahaha tapi skor nya masih 1:2 mas…imbangin donk jadi 2:2 hehehe

    #Omiyan
    Dasar kompor, bisanya bikin panas!!!
    Sebenarnya sudah kalah telak seh, 4:1. Tapi kalo dibalas hingga skor 4:4, takutnya keterusan dan jadi maling sandal. Kan gak keren bgt maling tapi yang dimaling sandal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s