Menjelang Lebaran

Rasulullah SAW, bersabda:

“Barang siapa yang bergembira atas kedatangan bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Hanya bergembira saja kita mendapatkan jaminan seperti itu, bagaimana kalau kita mengisi bulan suci itu dengan banyak ibadah dan berbuat amal kepada sesama, tentu jaminan yang Allah berikan akan semakin besar dan berlipat ganda.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan pula Allah SWT menurunkan Al Qur’an dan Allah SWT mewajibkan puasa bagi hambanya. Bulan yang juga dipenuhi dengan nilai-nilai utama, bulan yang penuh Rahmat, bulan yang penuh ampunan, bulan pembebasan dari api neraka dan bulan yang amal-amal ibadah kita akan mendapat pahala yang berlipat ganda pada hitungan tak terhingga. Nggak akan pernah habis kalau kita kupas satu persatu keutamaan bulan Ramadhan, karena bulan ini memang bulan yang penuh keutamaan.

Nggak heran kalau kemudian untuk menyongsong bulan yang penuh keutamaan tersebut kita berusaha mempersiapakan mental spriritual dan material terutama yang berhubungan dengan puasa. Hal ini menjadi sesuatu yang penting agar puasa yang kita jalani benar-benar berkualitas sehingga kita mencapai tujuan dari puasa tersebut, yaitu menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Alhamdulillah, diawal Ramadhan kita semua bersuka cita menyambutnya dan mengisi bulan Ramadhan kita dengan banyak ibadah. Yang biasanya gak sholat, jadi sholat. Yang gak pernah membaca Al Qur’an, saat Ramadhan jadi selalu tadarusan. Masjid yang biasanya sepi, dibulan Ramadhan jadi penuh hingga meluber ke halaman masjid. Ini adalah bukti kalau kita semua menjadi hamba Tuhan yang lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Ini berarti Ramadhan juga membawa hidayah bagi kita semua untuk kembali dekat dengan Tuhan setelah sebelumnya kita terlalu sibuk dengan hiruk pikuk kehidupan dunia.

Apa yang terjadi saat ini?

Saat Ramadhan perlahan tapi pasti akan meninggalkan kita semua?

Umat muslim yang awalnya bersatu menyambut datangnya bulan Ramadhan dan mengisinya dengan beragam ibadah, kini mulai terpecah belah. Terpecah menjadi dua golongan.

Pertama, golongan yang sibuk bertanya, Berapa hari lagi lebaran?

Golongan ini menganggap bahwa tujuan dari ibadah puasa yang selama sebulan penuh dilaksanakan adalah Lebaran. Makanya begitu hari lebaran mendekat, mereka sibuk mempersiapkan lebaran. Yang ibu-ibu sibuk membuat kue, Bapak-bapak sibuk membersihkan atau mengecat rumah agar terlihat lebih indah disaat Ramadhan. Nggak lupa juga untuk bersama-sama belanja pakaian baru yang akan dikenakan nanti di hari lebaran.

Lebaran atau yang biasa disebut juga Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi kita semua setelah sebulan penuh melakukan jihad besar, bertempur melawan hawa nafsu yang selalu menyeret kita menuju ke lembah kehinaan. Dan ketika kita berhasil melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh di bulan yang penuh kemuliaan itu, maka di hari kemenangan kita akan terbebas dari dosa dan noda. Menjadi sosok yang bersih dan suci seperti saat kita pertama kali menangis di muka bumi ini.

Hari kemenangan dan hari kita kembali ke fitrah kesucian tersebut, bagi golongan ini selalu identik dengan sebuah pesta. Pesta dengan banyak makanan, minuman dan tentu juga pakaian yang baru. Saya setuju kok dengan semua itu. Bukannya sebuah kemenangan memang harus dirayakan.

Tapi, sangat disayangkan kalau moment merayakan hari kemenangan itu dirayakan dengan berlebih-lebihan. Makanan dan minuman menumpuk dimana-mana. Pakaiannya cari yang super mahal hanya untuk menjaga gengsi di hari lebaran. Semua dirayakan sangat berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Walau mereka mampu untuk melakukan semua ini, tapi alangkah baiknya uangnya diberikan kepada teman-teman kita yang tidak mampu, sehingga mereka juga bisa merasakan kebahagian yang kita rasakan di hari lebaran. Yang jadi masalah adalah gaya konsumtif orang-orang kaya di saat lebaran juga diikuti oleh orang-orang yang tidak mampu. Yang terjadi adalah hutang sana-sini agar terlihat eksis di hari lebaran. Pengendalian diri terhadap hawa nafsu yang selama ini dikekang, langsung dengan mudah dilepaskan. Banyak sekali orang-orang seperti itu disekitar kita. Nggak kaya, nggak miskin, semua sibuk mempersiapkan diri dengan cara masing-masing dalam menyambut lebaran.

Saking sibuknya untuk menyiapkan lebaran, mereka jadi lupa dengan ibadah mereka di bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Buktinya adalah saat ini pasar atau mall-mall semakin ramai dibandingkan masjid yang mulai sepi ditinggalkan jama’ahnya. Masjid yang biasanya full, kini tinggal segelintir.

Kedua, golongan orang yang bertanya, Berapa hari lagi puasa?

Ibarat seseorang yang akan berpisah dengan kekasih hatinya, maka waktu yang tersisa bersama sang kekasih akan digunakan dengan sebaik mungkin. Mereka enggan berpisah dengan kekasih hatinya sama enggannya untuk berpisah dengan bulan Ramadhan. Mereka selalu berharap satu tahun seluruhnya adalah bulan Ramadhan, sehingga kesempatan mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT selalu terbuka lebar. Tapi bagaimanapun harapan itu tidak akan mungkin, karena bulan Ramadhan hanya ada satu kali dalam setiap tahunnya. Oleh karena itu, diwaktu-waktu akhir di bulan Ramadhan, mereka semakin giat beribadah dan melakukan amal kepada sesama. Semua itu dilakukan agar tujuan puasa yang selama ini dijalankan dapat tercapai, yaitu menjadi orang-orang yang bertaqwa. Waktu sedemikian singkat itu adalah sangat berharga dan harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena mereka tidak akan pernah tahu apakah tahun depan mereka bisa merasakan lagi kemulian bulan Ramadhan.

Lebaran juga berarti sebuah kemenangan melawan hawa nafsu selama sebulan lebih. Hawa nafsu yang selalu harus dijaga sampai kapanpun juga. Puasa selesai bukan berarti pengendalian hawa nafsu juga selesai, tapi harus terus berjuang untuk dipertahankan karena kedepannya godaan hawa nafsu akan semakin besar. Bagi mereka, merayakan hari kemenangan cukup dirayakan dengan sebatas kemampuan yang ada. Tidak untuk berfoya-foya. Lebaran tidak lagi untuk berfoya-foya, tapi untuk menghapus dosa-dosa horizontal setelah dosa-dosanya vertical telah diampuni oleh Allah SWT. Tentunya dengan bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga dan orang-orang disekitar kita. Banyak kesalahan-kesalahan yang sengaja atau tidak sengaja kita perbuat kepada mereka, maka disaat lebaran seperti inilah saat yang tepat untuk kita saling maaf memaafkan agar fitrah kesucian kita dari dosa dan noda benar-benar bersih dan suci. Budaya seperti ini biasa dikenal dengan istilah Halal Bi Halal.

Termasuk golongan manakah kita?

Tak perlu bertanya pada orang lain, cukup bertanya pada diri sendiri, karena hanya kita sendirilah yang tahu siapa diri kita sebenarnya.

22 thoughts on “Menjelang Lebaran

  1. kedua sikap di atas, sebenarnya bisa kita tandai ketika dulu menyambut ramadhan : bersuka cita-kah atau akan tersiksa-kah selama ramadhan. yg bersuka cita akan sedih ditinggalkan ramadhan… nanti amalan ramadhan akan berlanjut di bulan2 setelahnya, sedangkan yg merasa tersiksa, seakan terlepas dari beban berpuasa.. bebas kembali untuk melakukan hal2 yg dikekang slm ramadhan. smg kita termasuk yg mendapatkan predikat taqwa setelah sebulan berpuasa.. amiin..

  2. Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    doooooh nikmaaaaatnyaa

  3. renungan yang bagus …

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal😆

  4. Kayaknya banyak bangat blog yang ngebahas Ramadhan yang dah mau pergi ya.. **Saya termasuk kayaknya :D**

    Semoga kita termasuk yang sedih karena ramadhan mulai pergi, bukan yg lupa ibadahnya karena sibuk nyiapin lebaran ya mas..

  5. malam Bang..maaf baru bisa kunjung kesini Bang..😀

    hmm..baru kemarin kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan tak terasa sudah berada di penghujung nya ya Bang..semoga tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan yang penuh hikmah ini ya Bang..

    Dan di penghujung Ramadhan ini, banyak kata yang membawa khilaf dengan hati yang berprasangka, Minal Aidin Wal Faidzin mohon dibukakan pintu maaf Lahir & Bathin

    Met Idul Fitri 1430 H

    -salam- ^_^

    • Kan belum lebaran? Apa udah sibuk ngurusin lebaran ampe gak sempet posting or bw lagi hehehe….

      Tertnyata lebaran bukan hanya membuat org lupa ibadah, tapi juga lupa ngeblog hehehehe…

  6. ngak ngaruh euy, nggak bisa mudik. senin masuk kerja normal. hutan, hutan dan hutan lagi hikzzz…

    nggak apa apa ramadhan pergi, kan kalo nggak pergia nggak akan ada hari yang fitri alias hari kemenangan yang dinamakan lebaran he2

    minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s