Jangan Menyerah II

Sebenarnya postingan sebelumnya, Jangan Menyerah, harusnya sudah lama saya terbitkan, tapi entah bagaimana, ada saja hal-hal yang membuat postingan ini gagal di publish.

Pertama, saat asyik menyusun huruf demi huruf menjadi kata, berlanjut dengan menyusun kata demi kata menjadi sebuah kaliamat, dan dari kalimat itu menjadi sebuah postingan, tiba-tiba….. komp yang saya pakai merestat sendiri. Walhasil, tulisan saya hilang!!! Huh….sial!!! Tapi dibalik kesialan itu saya bisa mendapatkan ide baru untuk ditambahkan ditulisan.

Kedua, dari sebuah hurup yang saya susun dan akhirnya menjadi sebuah postingan, tiba-tiba…pyet..litrik mati tanpa sempat naskahnya saya save!!!

Ketiga, setelah tertunda beberapa kali, saya harus belajar dari kejadian kemaren. Dan berharap postingan ini segera diterbitkan. Semua aman. Saya yakin postingan kali ini sukses. Tapi ternyata, ketika semua siap,   w-net*hari gene masih ke wnet!!! tempat saya ngenet, tiba2 koneksinya terputus dan gagal lagi saya memposting ini.

Dalam hati saya yang terdalam pengennya melupakan postingan itu. Dan buat postingan yang baru dengan ide-ide yang lebih segar. Tapi… begitu saya membaca judul postingan saya yang berulang kali gagal, yang punya judul Jangan Menyerah, saya jadi membatalakan niat itu. Postingan itu kan gak sembarang posting. Ada sebuah pembelajaran di dalamnya buat saya. Syukur kalo ada yang mau mampir dan ikut baca, dan bisa juga mengambil isi dari postingan ini. Jadi postingan ini bermanfaat buat saya dan orang lain, saya kalo harus dilupakan.

Dari kejadian ini saya jadi berkaca pada diri sendiri, masak cuma gara-gara gagal memposting itu jadi menyerah dan membiarkannya hilang begitu saja. Padahal materi yang jadi bahan postingan lumayan bagus. Itu hanya sebuah kerikil-kerikil kecil yang menghalangi saya untuk posting. Kalau hanya itu saja sudah menyerah, bagaimana dengan kerikil-kerikil tajam yang selalu ada dalam perjalanan hidup saya kedepan? Akhirnya saya jadi tersentil sendiri dengan postingan ini. Dan akhirnya jadi lega setelah postingan itu terbit setelah berulang kali gagal menerbitkannya.

Dengan masalah-masalah yang sepele aja udah nyerah, gimana dengan masalah-masalah besar yang  pasti akan datang besok?!

14 thoughts on “Jangan Menyerah II

  1. sama kok.. saya biasanya bikin tulisan dulu di kertas.. kadang di kertas bekas bungkus kacang.. kl sempet ke warnet baru di posting..

    Sama dong.
    Apapun caranya… minumnya…, ups salah.
    Apapun caranya… yng penting ttp ngeblog!!!
    Hidup Blogger!!!

  2. sebuah refleksi diri yg mencerahkan, sebuah contoh sederhana untuk tidak mudah menyerah.

    Banyak hal2 sederhana diluar sana yang bisa kita ambil pelajaran, tapi…., terkadang hal-hal yang sederhana itu hanya terlewatkan begitu saja. *ngomong apa seh saya, kaburrrr!!!*

  3. hhmmm, gw juga sering kayak gt. bisa di bilang hari2. tapi nggak pake mati lampu dan kompi me-restart…

    pertanyaannya, lw nulis di word apa langsung????
    kalo di word, harusnya sudah ndi save as dl sebelumnya. dan kalo langsung, sistem web itu otomatis nge-draft ketika kita berhenti mengetik dalam waktu beberapa detik.
    nah, kok bisa ilang???

    kalo gw ilangnya tulisan beberapa kali, itu ada keanehan. tulisan dah kelar, klik “Publish” dan post updated…begitu di klik “view post”, yang ada hanya gambar, tulisannya ilang tanpa tersisa. aneh nggak tuh?

    tapi dari kejadian itu, setiap mau publish, di copas dl ke word karena gw biasanya nulis langsung gt.

    Selamat siang sahabat ^_^

    Langsung dan biasanya emang nge-draft. Tapi untuk kasus yang satu ini tulisannya gak bisa aku lacak larinya kemana? Aneh bin ajaibkan? Sutralah….
    Yang penting akhirnya bisa diposting juga.

    Salam sinting Forever!!!

  4. Hehehe…saya juga pernah mengalami hal seperti itu🙂
    Malah sempet saya buat posting di blog saya dg judul Tantangan itu Bernama Kesabaran…
    Sip, posting terus ya!
    Salam kenal juga😀


    Salam kenal juga ya, bro!
    Thanx dah mampir….

  5. benar bro, percuma saja judulnya jangan menyerah kalo tantangan2 itu membuatnya menyerah n gagal diposting. bravo n salam kenal🙂

    Iya, bikin posting ‘jangan menyerah’, tapi yang posting mudah menyerah, kan gak lucu.

  6. setujaa! kalo edison dulu gampang menyerah, kita bakal masih bergelap2 skarang n ga bisa posting🙂

    Thanx buat Bpk Edisson atas karya dahsyatnya, kini hidup kami jadi terang benderang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s