Orang-orang kaya

Resiko tinggal di kota kecil, jadinya program-program pemerintah untuk masyarakat datangnya belakangan. Yang lagi rame di daerahku adalah program konversi minyak tanah ke gas dengan pembagian gratis tabung gas 3 kg beserta kompornya bagi masyarakat yang kurang mampu.

Kebetulan saya punya akses ke aparat RT tempat saya tinggal. Dengan nggak tahu malunya saya pun membaca form untuk mendapatkan tabung gas dan kompor gratis. Salah dua dari syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah selama ini tidak menggunakan kompor gas dan punya penghasilan kurang dari…. lupa nominal pastinya. Terkejutnya saya waktu membaca nama-nama orang yang terdaftar menerima barang gratisan itu dari pemerintah. Ada nama-nama orang yang menurut saya bisa digolongkan sebagai orang kaya terdaftar disana. Atau hanya sebatas nama yang sama saja? pikirku tanpa mau berburuk sangka.

Hari H pembagian akhirnya terjawab sudah semuanya. Orang-orang kaya itu pun ikut mengantri mengambil barang gratisan. Punya rumah bagus, mobil, keempat anaknya semua sarjana, apa bukan orang kaya namanya? Apa gak kuat beli kompor gas sendiri?

———————————————————————————————————————————

Sudah menjadi pemandangan biasa kalau saat pembagian BLT selalu diwarnai dengan aksi dorong-dorongan sampai menimbulkan korban yang sampai pingsan. Juga bisa disaksikan pemandangan Ibu-ibu dengan make up tebal plus perhiasan emas dimana-mana ikut ngantri diantara nenek-nenek tua nan renta pula. Padahal ada banyak orang-orang yang lebih berhak mendapatkan BLT daripada Ibu dengan make up tebal dan perhiasan emas itu, namun tak terdaftar sebagai penerima.

————————————————————————————————————————————–

Pernah nonton acara TOLONG di sebuah stasiun tv swasta. Sebuah tayangan Reality Show yang mengisahkan seorang yang minta tolong kepada orang lain dan yang menolong akan mendapatkan uang. Tayangan yang bisa membuka mata hati kita bahwa diluar sana ada banyak sekali saudara kita hidupnya serba kekurangan. Mengajari kita untuk selalu berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan. Di beberapa tayangan terkadang muncul orang-orang kaya yang dengan sombongnya menolak permintaan tolong dari seorang bocah, nenek atau siapapun yang minta tolong. Yang lucu atau memprihatinkan lebih tepatnya, dengan sombongnya orang-orang kaya menolak permintaan tolong, tapi begitu tahu permintaan itu dari tim Tolong langsung berubah pikiran. Dengan berlagak super baik menolong, kalau pun yang diminta tolong menolak, dengan seribu rayuan tetap berusaha menolong karena dengan menolong duit ratusan ribu rupiah sudah di depan mata. Menolong yang penuh pamrih!!!

——————————————————————————————————————————–

Orang-orang yang ada  di DPR RI ataupun DPRD saya yakin semuanya berasal dari kalangan yang mampu. Mampu secara ekonomi dan mampu secara otak karena untuk menjadi DPR/DPRD sekarang ini butuh uang puluhan juta dan otak yang encer untuk bisa mengatur strategi menarik massa. Dengan hanya duduk dan tidur saat sidang, gaji puluhan juta plus tunjangan sana sini terus mengalir deras menambah pundi-pundi kekayaan para wakil rakyat itu. Tapi, walau sudah berlimpah harta, korupsi masih jalan terus…..

——————————————————————————————————————–

Sudah punya rumah bagus, mobil, uang milyaran rupiah, manusia masih saja merasa tidak merasa puas dengan semua itu. Pengen pesawat, kapal pesiar dan sesuatu yang lain yang bisa memuaskan ego untuk sementara waktu. Makanya segala cara dilakukan untuk mewujudkan semua itu.  Tapi…. apa harus mengambil hak orang-orang lain untuk memuaskan ego pribadi?

Yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin*bersenandung bak sang Raja dangdut, Rhoma Irama*.

5 thoughts on “Orang-orang kaya

  1. yah, ndak usah jauh2 mas. aku aja dapet tabung gas itu. padahal aku punya kompor gas sendiri tetanggaku yang punya kompor gas aja pada dapet. akhirnya ibu2 yang mampu tapi dapet tabung gas ini ngasih2in tabung gas subsidi yang mereka dapet tsb untuk tukang sayur, tukang jamu, dll. klo ibu saya ngasih ke tukang cuci setrika di rumah saya…

    aku jg heran. kok bisa salah sasaran ya ngasihnya…

  2. @ Macangadungan
    Iya ya, kok salah sasaran?
    Bedanya, kalo orang-orang kaya dit4ku itu dpt kompor gasnya buat pribadi. Yang bikin tambah kesel sampe saya posting maslah ini coz orang kaya tersebut ngotot, gak mau kalah ma tukang sayur, tukang jamu dan tukang-tukang lainnya.

  3. kelimaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
    asyikk akhirnya bisa kelimaxxx disini
    woww yeaa, puass puass, lemes lemesss hi hi hi

    kalo saiah yang sinting ini emang nggak kepikiran untuk kaya, takut nggak semangant nge blog lagi
    kekekekeekek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s