Bukan Cinta Biasa

bukan_cinta_biasa_posterNggak ada alasan lain ketika saya memutuskan untuk memilih menonton film ini, film Bukan Cinta Biasa. Kecuali karena hanya pengen nonton film langsung di Bioskop. Ya…secara sudah lama ‘puasa’ nonton film di Bioskop atau kerennya Studio 21. *Maklum, sekarang tinggalnya di kampong hiks hiks hiks….

Film ini dimulai dengan kehadiran seorang cewek ABG bernama Nikita (Olivia Lubis Jensen) di rumah vokalis band Rock Metal, The BOXIS, Tommy (Ferdy ‘Element’). *Sesuai dengan nama bandnya, tampang-tampang personilnya boxis abis tuk bilang kalau mereka para Rocker…, lebih cocok jadi pelawak kayaknya xixixixi…..

Dengan bermodal sebuah foto yang diberikan sang Ibu, Lintang (Wulan Guritno), bahwa lelaki yang ada di foto itu adalah bapaknya. Entah bagaimana ceritanya ‘ujug-ujug’ Nikita sudah ada di depan rumah Tommy, Vokalis Band Boxis sekaligus orang yang ada di foto itu. Dengan bantuan Nikita lah, Tommy akhirnya dipertemukan dengan Lintang. *Saya seh berharap Nikita nggak langusng ke rumah Tommy, nyasar dulu ke kemana. Trus saat Tommy ama Lintang ketemu, biasanya seh ada flashback cerita jadul yang tiba-tiba muncul di tengah adegan dengan layar hitam putih, huhh….sampai akhir cerita, semua mau saya nggak terkabul!

Lintang dan suami barunya akan pindah ke Amerika dan karena Nikita masih sekolah, untuk sementara Nikita dititipkan pada Tommy, Ayahnya. Disinilah adegan-adegan dramatis dimulai. Nikita meminta kepada Ayahnya untuk mengubah gaya hidupnya selama ini, dan Ayahnya, Tommy, yang biasa dipanggil Nikita dengan panggilan, ‘Dad’, perlahan-lahan mulai mengikuti aturan-atuarn sang anak yang 180 derajat jauh banget dari kebiasaannya sehari-hari. Tapi nggak semudah itu perubahan terjadi. Adakalanya sang Dady masih suka ngelangggar dan membuat Nikita kecewa. Terkadang pula sang Ayah protes dengan aturan2 sang Anak. Konflik antara si Anak dan si Ayah terjadi disini. Tapi sayang, adegan-adegan yang seharusnya bisa mengaduk-aduk emosi penonton, nggak maksimal. Nggak tahu kenapa ya, saya menaruh harapan lebih pada adegan itu hingga bisa membuat saya termehek-mehek. Tapi nggak berhasil untuk saya. *Apa mungkin gara-gara logatnya Nikita yang agak kebule-bulean. Untungnya diiringi lagu Bukan Cinta BIasanya Afgan, sedikit membuat saya terharu, coba kalo pake lagu Goyang duyu-nya Project Pop, entah apa jadinya film ini

Sang Daddy pun akhirnya bisa berubah dari kebiasaan buruk yang selama ini dijalani. Ini semua karena kecintaanya terhadap putrinya. Inilah salah satu bukti kedahsyatan sebuah Cinta, hmmm….bener-bener bukan Cinta biasa.

Bukan cinta biasa pula yang dimiliki Tommy dan Lintang, perpisahan terjadi dikarenakan kesalahpahaman antara keduanya. Selama aktu yang memisahkan itu, sebenarnya keduanya masih mencintai satu sama lain. So sweet…

Adegan terakhir saya nggak begitu ngeh gimana endingnya *saya yakin bukan cuma saya yang gak tahu endingnya, penonton yang lain pasti juga nggak tahu. Semua ini dikarenakan munculnya asal yang mengepul dari belakang studio, kontan semua yang ada di dalem pada panik untuk keluar. Ternyata eh ternyata asap itu keluar dari AC di gedung itu.

Sebenarnya udah ilfil ma tuh Bioskop, pengen nonton di Biioskop baru yang lebih keren. Tapi berhubung Filmnya cuma diputer disana jadinya dengan terpaksa harus nonton disana. Nggak papalah daripada nonton dari DVD bajakan hehehehe…….

5 thoughts on “Bukan Cinta Biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s