Baju minim, so what?

Iseng2 blogwalking kesana sini akhirnya sayadapat posting menarik -tidahkhanya menarik untuk dibaca, tapi juga dibahas lebih lanjut. Saya mampir di blog yang punya nama macangadungan.

Ini salah satu paragraf isi postingannya………….

Makanya cewek2 jadi ga pede ama penampilannya dan selalu berusaha tampil cantik demi gebetannya. Bahkan ada yang pake cara ga halal… yaitu dengan memakai baju2 irit bahan dan memamerkan paha, belahan dada, serta tak lupa bintil2 biang keringat di bagian punggung (Hihihihi…) sekedar untuk menarik perhatian kaum pria.

Tanpa kita sadari terkadang memang banyak  hal-hal yang diperoleh dengan susah payah namun digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Bahasa ringannya diperoleh dengan halal digunakan dengan cara yang tidak halal. Memakain baju dengan cara nggak halal,  apakah ikut termasuk didalamnya?

Saya awalnya setuju dengan ungkapan itu, tapi….setelah dipikir ulang, kok rasanya begitu kejam ya menilai orang-orang yang berpakaian minim lantas langsung dibilang memakainya dengan cara yang tidak halal. Saya sih masih oke-oke saja menilai dan menerima cewek2 cantik berpakaian seksi, karena…..

  • Pertama, pakaian itu dibeli dengan cara halal, toh hal itu akan lebih baik daripada pakaian tertutup hasil dari sebuah penipuan atau pencurian.
  • Kedua, bukannya sekarang zamannya minimalis, semua dibuat agar lebih efektif mengikuti arus zaman yang kencang melaju, dari rumah yang minimalis sampe  pakaian yang ikut-ikutan minimalis😛
  • Ketiga, Kampanye Globar Warming yang sedang digalakkan sekarang mengharuskan kita sebisa mungkin menghemat semua yang bisa dihemat, bahkan mendaur ulang apapun yang bisa dipakai kembali. Dengan memakai pakaian yang minim akan menjadi sebuah tindakan nyata mendukung Global Warming. *Maunya seh semua gadis yang cantiktidak berlaku untuk Ibu-ibupake baju yang minim-minim.*
  • Keempat, selama yang memakainya pantas, memiliki Body yang langsing, kulit putih bersih plus wajah yang cantik, sah-sah saja memakai baju yang minim. Dan rasanya akan menjadi haram memakainya bagi yang kurang pantas, body nggak berbentuk, kulit penuh dengan bintik-bintik hitam dan wajah yang menyeramkan. Ya…secara orang seperti ini mau pake baju apa aja, nggak ada menarik-menariknya, tetep gitu2 aja.

Ketika penampilan menjadi sebuah tolak ukur untuk halal atau tidaknya sesuatu, maka semua itu akan kembali ke pribadi masing-masing yang menilai. Yang pada ujungnya akan ada beragam pendapat yang saling tumpang tindih antara satu dengan lainnya.

Saya juga yakin, ada beragam alasan pula bagi seseorang wanita ketika memutuskan untuk berpakain minim, biar dilihat menarik oleh lawan jenis, terlihat seksi, nyaman dengan pakaian seperti itu atau sengaja “mengundang ” para lelaki hidung belang untuk merapat padanya layaknya para wanita-wanita di pingggir jalan.

Untuk melengkapi posting kali ini sebenarnya saya mau menyadur postingan seseorang di blog ini, tapi berhubung dah lamaaaaaaaa bgt banget, saya jadi kehilangan jejaknya. Inti postingan itu adalah kok kalo Agnes Monica pake pakaian yang seksi2 terlihat pantas dan tetap elegan, beda ketika Dewi Perssik berpakaian seksi, kok kesannya jadi……?

So… kesimpulannya, apapun hasilnya, kita nggak punya kuasa untuk memaksakan pendapat kita harus benar dimata orang lain. Karena semua berhak berpendapat menurut pemikirannya msing-masing. *Nyambung gak seh………?! Kabur………………………….!!!!*

11 thoughts on “Baju minim, so what?

  1. ahahahha… nah… itu wanita pemakai pakaian seksi yang “halal”. kayak agnes monica itu…
    klo boleh jujur…sumpah saya bingung. knp 2 orang cewek yang memakai baju yg sama2 seksi tapi kesannya bisa jauh beda. yang satu bisa terlihat elegan, seksi tp sopan, atau dewasa…sementara yang lain malah jadi kelihatan genit dan seronok.

    mungkin pembawaannya kali ya yang bikin itu beda?

  2. @ Madi
    saya setuju sekali dengan anda.
    Btw, Thanx ya dah mampir

    @ Ettachan
    Makanya ada yang terlihat seksi dan yang terlihat murahan, so….
    Thanx dah mampir

  3. apapun itu yang paling diuntungkan dengan cewe2 berpakaian minim psatinya adalah kaumnya si penulis yah… hehehehehe, kidding bro…..fashion tidak cuma masalah halal ga halal kok. it’s about self statement as well.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s