I’m Single n Very Happy

“Kamu percaya nggak rezeki-nya orang nikah?” tanya sepupu iparku yang akhirnya bersua setelah 4 tahun tak bertemu. “….waktu awal nikah dulu saya belum punya pekerjaan tetap, tapi Alhamdulillah  setelah nikah dapat panggilan kerja dan akhirnya  bisa keterima,” lanjutnya lagi.

Saya kurang setuju dengan istilah itu. Yang namanya Rezeki itu Tuhan sudah digariskan ada dimana-mana dan kapanpun ada selama kita mau berusaha keras untuk meraihnya. Kalau kemudian dikorelasikan dengan sebuah pernikahan, itu dikarenakan dalam sebuah Pernikahan ada sebuah tanggung jawab sebagai suami untuk bisa menafkahi Isteri. Sehingga kerja apapun akan tetap dilakukan selama bisa untuk menghidupi anak dan isteri. Dan karena sudah tak lajang lagi, otomatis istilah foya-foya yang sering dilakukan saat masih lajang sudah ditinggalkan. Rezeki pun terkumpul, kleihatan, tidak langsung hilang tanpa jejak seperti saat ketika masih lajang.

Siapapun sebenarnya bisa melakukan itu. Selama ada kemauan pasti ada jalan. Apalagi kalau sudah yang namanya kepepet! Malah dari hal-hal yang kepepet itu kadang muncul suatu yang luar biasa. Tapi, saya bukan orang yan suka berada dalam keadaan kekept. Terlalu beresiko bagi saya! Ditambah saya bukan orang yang suka mengambil resiko-resiko dalam hidup saya. Padahal setiap hal yang kita lakukan selalu akan berhadapan dengan sebuah resiko. Termasuk dalam sebuah pernikahan. Tapi setidaknya saya akan meminimalisir resiko-resiko yang akan saya hadapai pasca terjadinya sbeuha pernikaan dengan persiapan dan kesiapan yang matang.

*****

“Ibu nggak pengen seperti Ibu itu?” tanya adikku pada Ibu saat  saya, Ibu dan Adikku sedang berada di teras rumah.

“Pengen Ibu berdandan seperti itu? Pake baju dan celana ketat?” Balik Ibu bertanya pada adikku. Memang Ibu yang dimaksudkan oleh adikku punya penmpilan yang cukup berani di usianya yang sudah agak senja.

“Bukan itu!”

“Trus… apa?” tanyaku ikut nimbrung.

“Ibu itu kelihatan bahagia sekali bercanda dengan cucunya…” Sebagai anak tertua yang sudah memasuki usia yang pantas dan layak untuk menjalani sebuah pernikahan, tentu saya langsung merasa tersindir dengan ucapan itu.

“Nanti kalau waktunya tiba toh Ibu juga akan mengendong cucu,” jawab Ibuku bijak. Huuh.. beruntung sekali saya punya Ibu yang cukup bijak. Mengerti akan keadaan putranya yang memang belum siap menikah. Semua pasti akan terjadi jika waktunya tepat. Ya, seperti lagunya Delon, Indah pada waktunya. Tapi sebagai anak saya pun nggak bisa egois untuk selalu minta pengertian orang tua saya. Saya pun juga harus mengerti juga mereka, di usia senjanya Tapi…itu, tentu dalam hati yang paling dalam mereka sudah berharap kepada saya untuk memberikan cucu but mereka. Tapi saya nggak bisa memaksakan sesuatu yang memang belum menjadi rencana Tuhan bagi saya dan keluarga saya.

“Iya Ibu belum mau di panggil Nenek, tapi saya udah pengen dipanggil om,” jawab adikku.

*****

42-17914562Sindiran kanan kiri sudah terlalu sering mampir di telingku, ditambah kalau ada tetangga yang nikah, yang notabenenya usianya masih dibawah usia saya. Sudah deh… jadi santapan empuk buat diejek-ejek. Saya sih santai saja terkadang sebal juga dengan semua itu. Santai, Karena masih banyak orang-orang yang lebih tua dari saya dan belum menikah. Sebal karena terlalu sering orang-orang disekitar saya untuk cepet menikah.

Kalau sudah begitu, tak lain dan tak bukan saya mengadu pada Tuhan, minta semoga cepat diberikan jodoh dan kesiapan untuk segera menikah. Dan nggak ketinggalan selalu dan always baca doa lajang…..

7 thoughts on “I’m Single n Very Happy

  1. He-He
    Dari rejeki kok jadi merempet ke nikah yaa.. :p

    Sabar mas yaa.. cari duit dulu, nanti kalau udah mampan akses kemana aja gampang kok🙂

  2. aku sih setuju.. jodoh ndak akan kemana.
    tapi yah.. lagian…laiki2 mah mau usia 40an juga masih ada perempuan yang mau. yang susah ya perempuan ini kalo kelamaan ndak nikah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s