Caleg pilihan saya adalah…..

Banyaknya pilihan caleg beserta foto diri yang berhamburan nggak karuan di mana pun, belum bisa membantu saya untuk menemukan caleg yang tepat  ketika pencoblosan nanti. Belum lagi janji-janji bulshit yang selalu diumbar seenak jidat mereka. Cara kuno yang ampuh dan selalu dilakukan dari tahun ke tahun.  Seperti inilah calon-calon wakil rakyat kita nanti dimana nasib kita sebagai rakyat akan ditentukan oleh mereka.

Tapi saya juga yakin, dari sekian ratus orang-orang yang berniat menjadi wakil rakyat di DPR/DPRD nanti, ada orang-orang yang benar-benar bertanggung jawab atas jabatan yang dipegangnya nanti. Walau persentasenya sepertinya kecil, tak apalah… yang penting ada orang-orang yang benar-benar bersih.

Siapa yang bersih dan siapa yang tidak bersih, saya juga ndak tahu. Ya… minimal caleg pilihan saya nanti bisa memenuhi kriteria yang saya suka. Gak susah kok, kasih aja uang 2jt kepada saya sebagai keinginan anda menjadi caleg plihan saya. Hasilnya nanti, bukan saya saja yang mau dikasih uang segitu, yang lain juga mau. Jadi anda -para caleg- punya dukungan banyak, tidak hanya saya. Gimana?😛

Pertama, Caleg pilihan saya harus fotogenic.

Fotogenic adalah seseorang yang kalo difoto terlihat cantik/tampak a.k.a nak dilihat, walaupun aslinya jauh dari yang difoto. Maklum, zaman foto digital! Karena katanya, wajah itu adalah cerminan dari hati seseorang. Tapi nggak 100% benar kok, ada yang cantik/tampan tapi hatinya busuk! Hubungannya dengan caleg pada Pemilu kali ini adalah… saya akan tetap memilih yang fotogenic walau isi dalemnya busuk untuk menjadi caleg pilihanku. Ya… minimal dia bisa tampil beda dengan kebanyakan para caleg lainnya yang pede sepede-pedenya memasang foto yang bisa dibilang hanya sebatas pas foto yang cocok untuk KTP atau Ijazah. Nggak kreatif kan?! Caleg-caleg yang fotogenic tentunya akan pose miring ke kekiri atau ke kanan sesuai kemauan mereka yang mereka anggap yang terbaik.

Kedua, Caleg pilihan saya minimal S1

Tugas DPR itu nggak ringan lho…. Harus bisa membuat undang-undang, membuat anggaran belanja negara serta pengawasan yang berkaitan dnegan kelangsungan hidup negara. Jujur dari lubuk hati yang paling dalam, saya masih sangsi kalo orang yang hanya tamatan SMA bisa duduk di kursi legislatif. Kalau cuma duduk dan numpang tidur seh, anak kecil juga bisa! Maksudnya bisa menjalankan tugas-tugas DPR yang nggak gampang itu dengan baik. Kalau untuk SMA zaman sekarang yang sudah bersentuhan dengan IT, saya masih bisa percaya. Tapi ingat! Orang-orang yang jadi caleg sekarang ini adalah orang-orang yang SMA-nya beberapa puluh tahun lalu. Bisa dibandingin dong kwalitas anak SMA zaman dulu ma sekarang? Tanpa memandang rendah caleg-caleg yang hanya lulus SMA, saya dukung kok kalian jadi caleg. Tapi maaf beribu maaf, anda-anda tidak masuk dalam kriteria caleg pilihanku. Caleg pilihanku adalah minimal S1, dan saya akan lebih memilih caleg-caleg yang punya gelar lebih dari S1. S2 atau S3, itu akan lebih baik lagi. La wong mau jadi PNS aja sekarang kudu S1, masak mau jadi DPR cuma tamatan SMA?!

Ketiga, Caleg pilihan saya punya penghasilan tetap

Begitu mudahnya menjadi caleg zaman sekarang, membuat semua orang dari beragam profesi berlomba-lomba jadi caleg. Tentu dengan tujuan bisa menjadi wakil rakyat untuk bisa menampung aspirasi rakyatnya. Tapi sepertinya tujuannya gak cuma itu. Ada tujuan-tujuan pribadi yang hasilnya tentu untuk kepentingan pribadi. Ada sarjana yang baru lulus dan masih bingung cari kerja, tiba-tiba jadi caleg. Ada pedangan bakso, tukang cukur, petani, tukang kue dan lain sebagainya yang selama ini tidak ada sangkut pautnya dengan dunia politik bahkan di tengah masyarakat pun nggak begitu aktif tiba-tiba dengan PD-nya muncul sebagai caleg salah satu partai. Saya tidak memandang rendah profesi itu, tapi kalau untuk menjadi caleg, mbok yo… ngaca! Seorang caleg yang hidupnya mapan, tentu nggak berpikir tuk mencari keuntungan lagi walaupun yang namanya manusia itu nggak pernah puas dan caleg yang udah tajir awalnya  toh pada akhirnya tetap terlibat kasus korupsi, sehingga fokus terhadap tugas-tugas sebagai pengemban amanat rakyat. Nah kalo orang-orang yang hidupnya kurang dan tiba-tiba pengen jadi caleg, sudah tentu tujuannya adalah dengan menjadi seorang legislatif dengan gaji berjuta-juta plus tunjangan sana-sini, otomatis bisa memperbaiki taraf hidup agar lebih baik lagi. Tapi mau gimana lagi? Boleh aja seh caleg dari kalangan itu nyaleg, daripada caleg-caleg yang ngetop di acara Grebek, Patroli, Sergap yang jelas-jelas ,erusak citra seorang caleg.

Keempat, Caleg pilihan saya harus punya wibawa

Gimana jadinya kalo seorang anggota nggak ada wibawa sama sekali? Makanya seorang caleg pilihan saya harus punya wibawa di lingkungan tempat di berada. Di masyarakat, tempat kerja dan tentu di parpol yang mengusulkannya menjadi seorang caleg. Sehingga setiap orang bisa bersimpati kepadanya. Dan tentunya seorang yang punya wibawa otomastis punya track record yang bagus dalam perjalanan hidupnya. Pada akhirnya nggak akan ada lagi cerita tentang caleg yang adu jotos atau melakukan tindakan kriminal saat masih caleg atau sudah jadi caleg.

Nggak banyak kan kriteria caleg yang saya pilih nanti. Nggak begitu sempurna memang kriteria diatas untuk bisa menjadi legislatif yang benar-benar pro rakyat. Tapi ingat… caleg juga manusia, nggak sempurna. Siapapun yang terpilih nanti, semoga bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai wakil rakyat di parlemen nanti.

PEMILU TINGGAL 2 HARI LAGI

2 thoughts on “Caleg pilihan saya adalah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s