Apalah Arti Sebuah Nama?

Sebagian orang menganggap nama itu penting, dan sebagian lainnya menganggap nama itu nggak penting. Nggak heran kalau kemudian muncul istilah, Apalah arti sebuah nama? Istilah yang mengatakan bahwa nama nggak selalu identik dengan prilaku orang yang mempunyai nama tsb. Banyak nama-nama bagus dan punya arti tak kalah bagus juga, tapi kelakuannya tak seindah dan sebagus namanya. Diberi nama Muhammad, bukan berarti pingin anaknya menjadi seperti Nabi Muhammad SAW, akan tetapi mereka berharap punya sikap yang meniru beliau, punya budi pekerti yang baik. Tapi dalam kenyataannya ditemukan bahwa banyak nama-nama dengan inisial nama tsb malah melakukan banyak tindakan2 bejat. Ada yang menjadi koruptor, pelaku tindakan criminal lainnya yang sangat jauh dari apa yang diharapkan ortu mereka.

Orang tua akan selalu memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya tak terkecuali memberi nama yang terbaik –entah dari bahasa sangsekerta atau bahasa dari negara antah berate lainnya. Mereka berharap anak-anaknya menjadi sosok pribadi sesuai dengan nama yang disandang anak tersebut. Contoh, Ike Nur Jannah, diambil dari bahasa arab, yang berarti cahaya surga. Dengan harapan kelahiran anak tersebut dapat memberikan cahaya surga, maksudnya berprilaku mendekati ahli-ahli surga, dan memberikan cahaya kepada orang disekitarnya untuk mendekati jalan-jalan menuju surga.

Mem-posting judul ini sebenarnya sekalian mau curhat pribadi tentang apa yang terjadi dengan nama yang telah diberikan oleh orang tuaku. Kenapa di-share? Karena nama yang telah diberikan oleh kedua orang tuaku ternyata benar-benar nyata terjadi dalam kehidupanku selama ini.

Aku diberi nama oleh orang tuaku dengan dua suku kata, A & M.

A, sebagai simbol nama depannku tidaklah terlalu penting dan bermakna. Selain nama itu sangat pasaran di dunia, orang-orang yang mengenalku juga akan dengan mudah menebak bulan apa aku dilahirkan. Maklum saja, nama depanku diambil dari sepenggal nama bulan. Apalagi sekarang, nama itu kembali booming setelah salah satu iklan provider telepon yang punya tarif murah menelpon keluar negeri, tak henti-hentinya memanggil namaku. Entah itu ke Amerika Serikat, Malaysia atau China. Adikku sepupu juga bakal langsung teriak memanggil namaku saat iklan itu tayang di televisi. Huuuh…..

Ada kejadian yang menarik saat aku mengikuti Diksar (pendidikan Dasar) sebuah kegiatan kampus. Lagi dan lagi aku harus bertemu dengan orang yang punya nama depan sama denganku. Huh…!!! dan sesuai dengan peraturan di Diksar tersebut, megharamkan ada nama yang sama, akhirnya salah satu harus mengalah. Aku yang mengalah dan kemudian mengambil nama Hajier sebagai nama panggilanku kemudian. Nama yang langka dan jarang didapati pada orang lain, dan kemudian menjadikan nama itu menjadi isialku di dunia maya sekaligus nama dari blogku, hajarhajir.

Inisial M, berarti Muhajir. Diambil dari bahasa arab, yang berarti orang yang hijrah atau berpindah-pindah. Kalau dalam sejarah Islam kita kenal dengan kaum Muhajirin, yaitu kaum yang hijrah/pindah bersama Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Aku sih belum dapat jawaban pasti dari ortu, mengapa kata kedua namaku harus diberi nama Muhajir. Tapi yang jelas, nama itu bener-benar membuat aku bisa berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain. Padahal berharapnya seh pindah/hijrahnya dari negara satu ke negara yang lain hehehe…. ngarep mode on!!! Bukan karena ortu yang pindah tugas –secara ortu bukan orang kantoran, tetapi karena berpindah untuk menuntut ilmu.

  • Waktu lahir dan besar sampai taman SMP, aku tinnggal dikota kecil di Sumatera Selatan, yang dulu saat aku kecil masih merupakan kecamatan yang berinduk pada Kab Lahat.
  • Tamat SMP aku melanjutkan pendidikan selama 3 tahun di Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, salah satu Pondok Pesantren besar di kota Jombang, Jawa Timur.
  • Kemudian kuliah selama 4 tahun 5 tahun di Yogyakarta, di Universitas Islam Indonesia, salah satu universitas swasta di Yogyakarta.
  • Setelah tamat, aku menyoba mencari keberuntungan di Palembang, setelah bolak balik mengirim lamaran, test dan wawancara kerja, akhirnya setelah satu tahun menjadi pengacara (pengangguran banyak acara), akhirnya aku berlabuh pada salah satu perusaahaan Asuransi terbesar didunia, dan bertahan selama 1 tahun
  • Dan setelah berbagai pertimbangan dan keberuntungan akhirnya aku kembali lagi ke tempat dimana aku dibesarkan. Kota yang dulu masih kecamatan, sekarang telah berubah menjadi sebuah Kotamadya.

Entah kemana lagi besok aku akan hijrah, atau cukup sekian perjalanan hijrahku selama ini. Seperti istilah, dari tanah dan kemudian kembali ketanah. Apa itu berarti saat kecil aku disini, dan ketika menghabiskan usia pun aku disini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s