Cerpen n Me

Seperti sebelum-sebelumnya, cerpen yang aku kirim ke sebuah majalah, ternyata kembali dimuat. Kali ini majalah yang memuatnya adalah majalah remaja yang yang sudah aku baca sejak SMA yang menjadi awal dimana aku mengenal cerpen dan memberi mimpi bagiku agar suatu hari nanti ada nama aku sebagai penulis cerpen di majalah remaja itu. Siapa sih yang nggak kenal dengan ANEKA YESS!

Ini adalah cerpen pertamaku yang dimuat setelah vakum menulis sejak lulus kuliah dua tahun yang lalu. Kemampuan itu ternyata masih ada. Buktinya masih dimuat. Yang berarti bahwa tulisan aku masih bagus dan bermutu. Walau harus sedikit kecewa karena editan sang editor sedikit banyak membuat jalan ceritanya agak nggak nyambung. Tapi sudahlah, toh dengan dimuatnya cerpen yang aku kirim berarti karyaku telah mendapat pengakuan dari pihak luar. Siapa sih yang nggak bangga kalau karyanya dihargai? Hargai diambil dari kata kerja, harga-menghargai, hargai bukan berarti di hargai layaknya seorang yang melakukan aktivitas jual beli. Kalau masalah honor sih, itu masalah sekian.

Masalah timbul kemudian saat aku menyadari bahwa usiaku sudah nggak muda lagi, sudah seperempat abad! Apa masih cocok menjadi penulis dengan tema remaja? Kalau masalah cocok sih cocok aja, secara masing-masing manusia mempunyai kemampuan tertentu. Contohnya seseorang yang sukses di novel bergenre Islami, tapi begitu merambah novel yang agak nge-pop, tenyata novelnya gagal atau sama sekali nggak layak muat. Mungkin begitu juga aku, diciptakan sebagai penulis cerpen khusus bertema remaja.

Tapi karena terlalu sering membuat cerpen bertema remaja, ingin ada sebuah tantangan untuk membuat cerpen yang lebih dewasa atau cerpen yang sangat sastra dengan kata-kata yang membingungkan sang pembaca. Apalagi umur sudah nggak remaja, ya… minimal menulis cerpen yang seumur dengan usia sang penulisnya. Pernah dicoba, dan dibutuhkan waktu yang lebih lama dan terkadang berujung pada sebuah kegagalan.

Sebagai seorang penulis yang moody –kadang nulis, kadang nggak- pasti ada keinginan untuk melihat karyanya ada di Koran harian edisi Minggu yang selalu memuat cerpen-cerpen hebat dari penulis-penulis yang hebat juga. Atau masuk dalam kumpulan2 cerpen yang dimuat dalam sebuah buku yang ternyata Best Seller!!! Kalau yang terakhir ini lagi diusahakan. Tentunya impian seorang penulis, mau pemula atau manula sekalipun, pasti ingin mempunyai sebuah buku, entah itu buku fiksi atau non fiksi. Layaknya seorang penyanyi yang selalu berharap mempunyai album sendiri.

Mempunyai buku yang jadi Best Seller, yang saat kita masuk ke sebuah book store, langsung bisa dilihat tumpukan-tumpukan buku kita sendiri yang tersusun rapi dan diatasnya diberi label, BEST SELLER! Tak lama kemudian namaku jadi booming dan undangan untuk menjadi nara sumber bedah buku karyaku datang silih berganti. Tak ketinggalan dihadapanku kini berjubel orang-orang antri sambil menenteng bukuku, minta tanda tanganku.

Oh My God, kapan semua itu menjadi nyata atau hanya sebatas mimpi belaka?

Hmm… setidaknya aku masih punya mimpi untuk menjadi seperti itu….

2 thoughts on “Cerpen n Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s