Pengumuman CPNS SUMSEL 2008

Beberapa hari belakangan ini banyak sekali orang yang berbahagia.  Sayang seribu kali sayang, ditengah kebahagiaan ratusan orang itu, diluar sana malahan ribuan orang yang harus kecewa. Alangkah tidak manusiawinya,berapa h orang-orang yang berbahagia diatas penderitaan orang lain.

Seperti saat ini, perang Palestina-Israel yang tak kunjung reda, yang mengakibatkan banyak saudara-saudara kita di Ghaza harus menderita dan harus menjalani hidup dengan berjuta ketakutan. Sungguh tragis! Kemanakah ’hati’ para pengambil kebijakan perang tersebut? Apa tak punya rasa kasihan kepada saudaranya yang ada di Palestina? TENTU PARA PENGAMBIL KEBIJAKAN YANG HARUS DISALAHKAN!!!

Bukan bangsa Yahudi atau Israel yang disalahkan. Karena mereka juga saudara kita. Tidak semua menghendaki perang dan bersuka ria melihat bangsa Palestina menderita. Ada juga bangsa Israel dan orang-orang Yahudi yang menghendaki peperangan itu berakhir. Tapi mereka tidak punya kekuasaan untuk menentang para pengambil kebijakan itu di negaranya. Karena dengan perang tersebut, tidak hanya bangsa Palestina yang hidup dalam suasana ketakutan, bangsa Israel pun demikian, mereka masih takut ada roket-roket Hamas yang mem-bombardir daerah mereka dan pada akhirnya nyawa-nyawa manusia yang tak berdosa harus hilang dengan cara yang tidak berprikemanusiaan.

Duh,, topiknya jadi berat begini ya? Padahal rencana aku posting ini adalah tentang pengumuman CPNS SUMSEL 2008 yang diumumkan kemarin.

Selamat buat para abdi-abdi negara yang telah dinyatakan lulus menjadi CPNS. Dan buat yang nggak lulus, masih banyak kok pekerjaan yang bagus diluar sana. Itu semua adalah rencana2 indah Tuhan untuk hambanya. Ada yang memang harus menjadi PNS dan ada juga yang bekerja di lingkungan swasta atau menciptakan lapangan kerja untuk teman2 yang lainnya.

Even KPK (Komisi Pemberatasan Korupsi) tengah gencar2nya menciduk para koruptor, penerimaan CPNS tahun ini juga tak luput dari isu2 KKN. Karena dan karena, sebelum era KPK booming seperti saat ini, proses penerimaan CPNS selama ini memang kata-kata orang kebanyakan identik dengan KKN. Teman aku yang dinyatakan lulus CPNS dan ketika mengurus berkas-berkas disana-sini, tak ketinggalan para pelayan masyarakat itu bertanya, habis berapa Dik? Nah lho… sebegitu parahnya praktek suap meyuap dilingkup penerimaan CPNS sampai2 orang yang tidak punya kepentingan pun meragukan kululusan seseorang. Maksud aku, dengan adanya KPK dan udah era Reformasi saat ini, tindakan2 itu sudah nggak ada. Ternyata….. masih!

Ada peserta dari keluarga dekat seorang oknum yang bekerja sebagai ajudan seorang pimpinan daerah bisa lulus dengan uang puluhan juta. Ada juga cerita dari teman, yang temannya saat test wawancara –sebagai salah satu tahapan untuk kelulusan CPNS- ternyata bukan diwawancara tentang wawasan dia sebagai calon abdi negara, tetapi wawancara tentang kesanggupan dia untuk membayar uang puluhan juta sebagai syarat kelulusan dia, itu pun masih belum ada garansi lulus. Kalo ngggak lulus, uang puluhan juta itu akan menjadi setengah dari itu. Dan mungkin kasus-kasus lain pun akan bermunculan. Hanya tunggu tanggal mainnya saja.

Ada yang bahagia dan kecewa dengan pengumuman kemaren. Tapi sepertinya kata-kata itu terlalu jahat. Diganti saja ya, ada ratusan orang beruntung, dan ribuan orang yang tidak beruntung di luar sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s