3Doa 3Cinta

film19881b3

Yang menjadi magnet saat aku memutuskan untuk menonton film ini bukan karena ada Dian Sastrowardoyo atau Nicholas Saputranya. Tapi tentunya karena film ini masuk dalam Official Selection di Pusan International Film Festival di Korea, yang berakhir pada penghargaan terbaik kepada pemeran pendukung pria atas nama Yoga Pratama.

Film menceritakan kehidupan pesantren tradisional di Jawa. Kenapa tradisional? Karena masih memakai kajian kitab kuning dengan pemaknaan bahasa jawa ditambah dengan kondisi pesantren yang sangat-sangat sederhana. Ada yang tradisional berarti ada juga yang modern? Yup, benar sekali! Mungkin bayangan banyak orang selama ini pesantren identik dengan hidup seadanya atau serba kekurangan. Jangan salah, beberapa pesantren sekarang ini malah tak kalah fasilitasnya dengan sekolah2 elite yang ada di Jakarta. Semuanya kembali lagi ke dana, karena dengan itu, kita bisa menentukan hendak ke Pesantren mana kita mau menuntut ilmu.

Film ini  mengingatkan aku saat menimba ilmu di Pesantren di Jawa Timur, sekitar enam tahun lalu. Teringat saat mengaji kitab kuning dengan pemaknaan bahasa jawa, teringat akan tidur beralas tikar, teringat saat bangun subuh, dan banyak hal lain yang ada di film ini yang mengingatkan aku saat aku nyantri di pondok pesantren.

Film ini bercerita tentang tiga orang santri yang akan segera keluar dari pondok pesantren. Ketiganya mempunyai tujuan yang berbeda2 satu sama lain. Ada Huda (Nicholas Saputra) yang ingin segera menemukan Ibunya, Syahid yang ingin berjuang membela Islam dengan mati Syahid setelah mengikuti pengajian garis keras dari seorang kyai, dan  yang berniat meneruskan usaha orangtuanya untuk membuka studio foto.

Kemudian ceritanya mengalir dengan berbagai persoalan masing masing tokoh untuk mewujudkan cita2nya. Huda dipertemukan dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo), penyanyi dangdut keliling yang berasal dari Jakarta, tapi sudah lama nggak di Jakarta, Nah lho? Bingung!!! Kemudian Syahid yang

mengurungkan mati syahid begitu tahu orang barat, yang selama ini dibencinya, ternyata punya hati yang baik mau membiayai ortunya. Dan Huda yang gagal ikut menjadi kru layar tancap karena keburu ditangkap
polisi atas dugaan teroris.

Muatan terpenting dalam film ini adalah isu terorisme yang selama ini diidentikan dengan kaum muslim. Khususnya persangkaan bahwa pondok pesantren adalah sarang dilahirkannya teroris-teroris baru. Film ini ingin menunjukkan bahwa apa yang selama ini didengungkan oleh orang2 diluar sana adalah SALAH. Islam sangat cinta damai, Islam itu agama rahmatan lil alamin, Rahmat  untuk semua. Salah kalau Islam adalah agama teroris. Namun tidak bisa dipungkiri, ada beberapa umat muslim yang bertindak anarkis. Semua itu bermula dari pemahaman masing-masing umat atas ajaran Allah SWT yang berbeda satu sama lain. Sehingga muncul golongan  Islam garis keras, yang sangat anti pati terhadap apa2 yang berasal dari orang barat, yang mereka sebut orang Kafir.

Pondok Psantren yang selama ini identik dengan  sarang teroris pun dijelaskan di film ini dengan pengajian sang kyai, bahwa kita semua ini bersaudara, kemudian suasana di pondok pesatern yang damai dan saling membantu satu sama lain menunjukkan bahwa pesantren jauh dari hal2 yang berbau kekerasan.

Hmmm…. kok bahasannya jadi berat ya? Udah ah, balik ke film lagi aja!!!

Yang sangat2 jadi masalah setelah menonton film ini adalah poster dari film itu sendiri. Yang menjadi tokoh sentral film ini adalah ke tiga orang santri, tapi mengapa di poster memajang wajah tampan Nicholas saputra dan Dian Sastrowardoyo, padahal peran Dian Sastro sangat kecil. Yang pas adalah ke tiga orang santri yang ada di dalam poster. ditampilkan. Karena film ini mengangat isu terorisme, bukan santri yang mencari Ibu atau santri yang mau buka usaha foto, gimana?!

Semua terjawab karena semua itu dilakukan karena alasan komersial. Emang siapa sih Syahid? Nggak ada yang kenal. Tapi coba nanya, kenal dengan Nicholas saputra atau Dian Sastrowardoyo? Pasti semua mengangguk!

Terkadang komersialisme mengalahkan segalanya!!! Huuuuh…..



One thought on “3Doa 3Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s