MBA (MARRIED BY ACCIDENT)

film198411Melihat promosi film ini di tv, yang katanya ada sex educationnya yang cocok untuk remaja, akhirnya aku tertarik untuk mengajak adik kesayangan yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 untuk menyaksikannya di bioskop tentunya. Maklum anak daerah, jadi nggak ada bioskop disana, dan sudah jadi rutinitas kalau ada waktu ke Palembang, pasti salah satu agendanya adalah nonton di bioskop. Di antara banyaknya deretan film2 indonesia yang majang di studio 21 itu, hanya film ini lah yang sepertinya layak untuk tontonan adikku. Coz fim2 lainnya mengarah ke komedi yang mengobral sensualitas. Gak pantas sepertinya ditonton oleh adikku, tapi pantas untuk aku hehehe… Ternyata dan ternyata, difilm ini banyak sekali adegan syurnya!!! Huuh…  jadi nyesel!!! Memang sih pemain utamanya nggak aneh2, yang aneh2 malah peran pendukungnya. Berkisah tentang dua orang remaja yang sedang dimabuk asmara. Selama ini gaya pacaran mereka baik-baik saja, masalah malah datang dari lingkungan sekitar. Sang cewek yang bernama Ole  (Nikita Willy) punya ortu yang super sibuk dengan urusan masing2, dan punya kakak yang super2 liar. Sepertinya peran itu terlalu dipaksakan, memang ada ya kakak seperti itu, sudah tahu jelek malah manas2in sang adik, “ml” didepan adeknya lagi. Masak hal2 jelek kayak itu ditularkan pada adiknya. Kakak bejat tuh!!!

Sang cowok yang bernama Raskal (Marcell Darwin) tenyata punya temen2 yang gila sex, hobinya buka youtube buat lihat2 video bokep dan selalu memprovokasi temannya kalau ml itu enak dan rugi kalau selagi muda belum pernah coba. Padahal sang teman sendiri belum pernah melakukan itu. Karena imannya gak teguh, akhirnya terpengaruh!

Dan sialnya, Sekali tembak, langsung  golllll…..!!!  Itulah tagline film itu.

Aku cuma bisa buat referensi jalan ceritanya aja, nggak bisa menilai akting para pemainnya coz aku sendiri gak bisa acting hehehe…

Trus adegan saat ketahuan hamil dan masalah yang timbul setelah itu kayaknya DATAR, sang wanita ingin aborsi dan sang cowok mendukung. Mau diapakan saja hasil jerih payah itu, kayaknya didudukung terus plus ortunya juga mendukung. Hanya dipisahkan dan eh.. gak lama dah ketemu. Intinya masalah segawat darurat itu disikapi dengan biasa2 saja. Kurang didramatisir dan kurang bisa membuat penonton termehek-mehek, dan membuat penonton ngerti resiko MBA itu sangat besar dan menimbulkan masalah yang rumit. Konflik inilah yang perlu dipertajam caranya agar yang nonton tahu dampak dari perbuatan itu.

Terlepas semua itu, minimal adalah something yang bisa didapat dari itu. Yang paling berkesan adalah bahwa bekasnya aborsi nggak pernah hilang. Bukan dalam rahim, tapi dalam ingatan seseorang. Camkan itu!!!

One thought on “MBA (MARRIED BY ACCIDENT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s