Hari Untuk Ibuku

Hari ini, 22 Desember 2008, di Indonesia diperingati sebagai hari Ibu. Sebelumnya hari ini hanya hari biasa, tak ada perayaan khusus untuk Ibu. Dan mungkin karena tepengaruh dngan media yang ada, yang seolah-olah mengagung-agungkan hari ini, akhirnya aku ikut2an merayakan moment ini.

Tak ada salahnya juga ikut2an kalo apa yang kita ikuti bagus, iya kan?!

Sejak kecil aku dan kelurga tinggal di kota kecil, jadi kurang ngeh kalo selain Hari kemerdekaan Indonesia, Hari kebangktan Nasional atau hari2 penting lainnya yang diperingati secara nasional, ada hari2 penting untuk perayaan lainnya. Salah satunya ya… perayaan hari ibu ini. Walau pun kemudian tahu, tak ada persiapan spesial untuk merayakan ini.

Keluargaku hanya kelurga biasa, yang sangat bersyukur saat kami bisa makan sekelurga dan bisa memenuhi kebutuhan kami. Tak ada peryaan ulang tahun saat aku kecil sampai sekarang, pun juga terhadap adik2ku. Mungkin tradisi ini tak ada dalam keluarga Ibu dan Ayahku, sehingga mereka pun tak menularkan tradisi ini untuk kami, anak2nya. Kadang iri juga melihat teman2 yang lain yng dengan bangga mengundang satu persatu temannya untuk hadir di pesta ulthanya. Mungkin Ibu dan Ayahku ada keinginan untuk membuat pesta itu, tapi mungkin ada hal2 yan menghalangi mereka untuk mewujudkan semua itu, untuk meahagiakan anak2nya.

Karena  tidak terbiasa dengan peryaan2 seperti itu, lalu kemudian saat moment itu datang, Ibu dan Ayahku hanya menanggapi biasa2 saja. Maklum orang lama hehehe…Sebuah perayaan akan lebih meriah jika yang memberi dan yang menerima sama2 menyukai apa ynng diberikan. Tapi dengan tanggapan itu, aku sedikit kecewa. Tapi tentu aku tidak akan menyalahkan merePerjuangan mereka membesarkan aku dan ketiga adikku tentu lebih berarti dari semua itu. Toh aku bisa membiasakan tradisi ini kepada adik2ku, biar mereka tahu ada orang yang selalu ada buat mereka. Kita tahu, tanpa adanya peryaan apapun, Ibu dan Ayah akan selalu mencurhkan segala perhatiannya pada anak2nya, masalahnya cara mereka untuk mengungkapnya itu beda satu dengan yang lain.

Di hari Ibu ini, tentu setipa anak ingin memanjakan Ibunya. Memasak spesial untuk Ibu, mengganti tugas2 Ibu atau memberi hadiah untuknya. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengungkapkan itu. Aku sangat-sangat ingin melakukan itu. Tapi tentu tidak dengan memasak atau beres2 rumah, coz kalo aku melakukannya sama saja menyuruh Ibu bekerja lagi, karena aku tidak pandai memasak dan juga kurang ahli bers2 rumah. Aku hanya ingin memberikan sebuha hadiah, tp… hadiah apa aku juga bingung. masih trauma gara2 lebaran kemaren memberi hadiah baju yang tidak disuka ibu hehehe…

Nggak usah bingung untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada kita. Ibu tidak butuh apa2 dari kita. Hanya memberi tak harap kembali. Kalau pun kita mampu memberikan sesuatu yg berharga kepada Ibu, tentu tak sebanding dengan apa yang telah seorang Ibu berikan kepada kita.

Dan aku hanya bisa mengucapkan semua itu via phone, jarak yang memisahkan aku dan Ibuku untuk bersua. Tak apalah, aku masih beruntung masih bisa mendengar suara merdunya, banyak teman2 yang lain yang hanya bisa mengenang sang Ibu, tanpa mendengar suara ibunya. Ibu adalah segalanya. Terima kasih atas semua yang telah ibu berikan padaku, anakmu.

Ibu… Aku akan selalu mencintaimu

Ibu… Aku akan selalu berbakti padamu

Ibu… Aku ingin engkau menangis

Menangis karena bangga mempunyai aku

-Happy Mother Day-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s