Mencari Gadis Khilaf

“Udah ada orang yang khilaf sama kamu?” tanya seorang teman saat berchit-chat ria di YM.

“Khilaf? Maksudnya?” Jujur, saat pertanyaan itu diajukan aku bener2 gak ngeh dengan maksud dan tujuan pertanyaan itu. Ternyata eh ternyata maksud dan tujuan sang teman itu adalah menanyakan adakah seorang gadis diluar sana yang khilaf sampe mau sama aku? Lanjut membaca

Percakapan seorang Bayi dengan Tuhan

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan. Menjelang diturunkan, sang bayi bertanya kepada Tuhan, ”Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tapi bagaiamana aku bisa hidup disana? Saya begitu lemah dan kecil,” kata si Bayi.

Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.

Tapi disurga, apa yang saya lakukan hanya menyanyi dan tertawa,  itu sudah cukup untuk membuat saya bahagia,” demikian kata sang bayi.

Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan tersenyum dan bernyanyi untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan akan jadi lebih bahagia.

Si bayi pun bertanya kembali, ”Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?

Sekali lagi Tuhan menjawab, ”Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa.Lanjut membaca

Pecah Telok di Wong Kito

Aku selalu merasa iri melihat teman-teman Blogger bisa kopdar dan bikin acara dengan Komunitas Blogger daerahnya. Aku juga kepengen seperti mereka, tapi… aku gak tahu ada gak Komunitas Blogger di daerahku. Ternyata eh ternyata, sebuah tayangan berita tv lokal menginformasikan kalau di Palembang ada komunitas Blogger, namanya Komunitas Blogger Wong Kito.

Informasi itu tidak hanya membuat aku tahu, tapi juga membangkitkan kembali semangatku yang pernah hilang untuk kembali nge-blog. Dan akhirnya aku kembali ngeblog. Informasi tentang Komunitas Wong Kito itu sebenarnya sudah aku tahu sekitar setahun yang lalu, tapi berhubung aku belum pede memperkenalkan blogku yang masih seumur jagung, makanya keinginan tuk join selalu tertunda. Dan baru beberapa hari ini aku mulai mem-pede-pede-kan diri lalu berjuang untuk join ke Komunitas Wong Kito.

Untuk  menjadi anggota komunitas Wong Kito, para calon anggota harus join terlebih dulu di mailing list Wong Kito. Lalu melakukan sebuah ritual yang namanya Pecah Telok. Pecah a.k.a Pecah, Telok a.k.a Telur. Jadi kita harus bisa memecahkan telur. Tapi telurnya tentu bukan telur yang sebenarnya, hanya istilah saja. Dan peraturan pecah telok ada di bawah ini: Lanjut membaca

Tragedi di Malam Gerimis

Yogyakarta, 2004: Jangan Esmosi!!!

Sore itu tetes demi tetes air hujan mulai membasahi kota Jogja. Acara jalan-jalan sore bersama kekasih terpaksa dibatalkan. Akhirnya kamar kostku yang menjadi pilihan untuk menghabiskan sore berdua. Hari berganti malam, tapi hujan masih saja betah membasahi tanah Jogja. Dalam hati terdalam, ingin sebenaranya aku mempersilahkan sang kekasih hati untuk menginap saja di kost. Tapi…berhubung ada orang tua yang selalu menunggunya dirumah, jadinya terpaksa aku harus mengembalikan  anak orang tsb. Berat tapi harus dilakukan! Hujan pun mulai reda, tinggal gerimis yang tersisa. Bermodal motor pinjaman teman kost, akhirnya dengan berat hati aku hantarkan juga sang kekasih untuk pulang ke rumah. Lanjut membaca

Kopdar sambil belanja

Jam 3 sore di Gramedia Atmo. Itulah kesepakatan bersama antara saya dengan Huang yang  pertama kalinya berencana untuk kopdar *Huuh….akhirnya bisa kopdar juga saya dengan sesama Blogger*.

Jam 3 sore belum juga ada kabar dari Huang dan saya juga belum nyampe ditempat tujuan. Tiba2 sms masuk dari Huang kalo dia juga blom ada di sana, masih di t4 kerjanya. Ya sudahlah dimaklumi aja secara sama-sama orang Indonesia yang punya budaya ngaret. Jam 3.30 menit akhirnya semua tiba di tempat. Tapi karena saya lagi asyik baca buku baru yang sampulnya ke buka, jadi baru jam 4 saya menemui Huang. Lanjut membaca