Kata itu pertama kali saya baca saat berkunjung di Mailing List Blogger Palembang, Wong Kito. Di milist tersebut rame teman-teman sesama blogger menceritakan kalau kiriman Sotojinya sudah datang. Tak lupa juga memberi sedikit komentar tentang Sotoji.
Jujur saya penasaran. Apa itu Sotoji? Plus ditambah lagi mereka dapat gratisan pula. Rasa penasaran itu akhirnya berubah rasa iri hehehe… Setelah membaca secara seksama dan sejelas-jelasnya, saya pun akhirnya mendapatkan info bagaimana cara mendapatkannya. Dari Deblogger ini lah akhirnya Sotoji pun sampai juga di rumah. Saya siap memasaknya lalu menyantapnya. Pasti Yummy….
Hal pertama yang saya rasakan saat memulai untuk memasaknya adalah rasa antusias. Ya, rasa antusias terhadap sesuatu yang baru. Karena menurut saya Sotoji adalah varian makanan instan baru. Saya tidak pernah mendengar sebelumnya ada Soto dalam kemasan instan. Kalau Mie instan rasa Soto mah banyak. Dari merek A sampai Z, semua menawarkan rasa soto. Kenapa soto? Saya yakin karena soto adalah hidangan kuliner khas Indonesia yang bisa kita temui di mana pun. Jadi agar merakyat dan disukai banyak konsumen, akhirnya produsen mie memilih varian rasa yang akrab dengan lidah rakyat. Tentu dengan harapan penjualan yang dapat meningkat. Ups.. kenapa akhirnya saya ngelantur bahas Mie Instan rasa soto ya? *Bingung sendiri* Yang jelas adalah, Sotoji sangat berbeda dengan mie instan rasa soto yang beredar di pasaran.
This is it, Sotoji ala Hajier…
) Lanjut membaca







Melihat promosi film ini di tv, yang katanya ada sex educationnya yang cocok untuk remaja, akhirnya aku tertarik untuk mengajak adik kesayangan yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 untuk menyaksikannya di bioskop tentunya. Maklum anak daerah, jadi nggak ada bioskop disana, dan sudah jadi rutinitas kalau ada waktu ke Palembang, pasti salah satu agendanya adalah nonton di bioskop. Di antara banyaknya deretan film2 indonesia yang majang di studio 21 itu, hanya film ini lah yang sepertinya layak untuk tontonan adikku. Coz fim2 lainnya mengarah ke komedi yang mengobral sensualitas. Gak pantas sepertinya ditonton oleh adikku, tapi pantas untuk aku hehehe… Ternyata dan ternyata, difilm ini banyak sekali adegan syurnya!!! Huuh… jadi nyesel!!! Memang sih pemain utamanya nggak aneh2, yang aneh2 malah peran pendukungnya. Berkisah tentang dua orang remaja yang sedang dimabuk asmara. Selama ini gaya pacaran mereka baik-baik saja, masalah malah datang dari lingkungan sekitar. Sang cewek yang bernama Ole (Nikita Willy) punya ortu yang super sibuk dengan urusan masing2, dan punya kakak yang super2 liar. Sepertinya peran itu terlalu dipaksakan, memang ada ya kakak seperti itu, sudah tahu jelek malah manas2in sang adik, “ml” didepan adeknya lagi. Masak hal2 jelek kayak itu ditularkan pada adiknya. Kakak bejat tuh!!! 