Beberapa hari belakangan ini aku sering sekali ribut sama nyokap di rumah. Biasalah ribut antara seorang anak dan nyokapnya. Masalahanya bukan masalah yang besar sehingga membuat hubungan Ibu dan anak jadi berantakan. Bukan. Saya masih mau jadi seorang anak yang berbakti sama orangtua dengan tidak menyakiti atau melawan mereka. Masalahnya hanya hal sepele; nyokap sebel ngelihat tingkahku selama ini. Nyokap sebel ngelihat kamarku yang selalu berantakan; nyokapsebel ngelihat tingkahku yang sering menaruh barang sembarangan, waktunya butuh baru sibuk mencari-cari; nyokap sebel ngelihat sikap pelupaku; nyokap sebel ngelihat kebiasaan makan dan tidurku –nyokap pengennya ngelihat aku diet dan sering olahraga; nyokap sebel, sebel dan sebel melihat kelakuanku yang menurutnya gak banget itu. Huh!!! Lanjut membaca
Arsip Kategori: Pentingkpenting
Sudut di Sebuah Coffee Shop -Part II-
Pulang kuliah aku dan Deni mampir ke Gramedia, mencari buku referensi untuk tugas kuliah. Pengunjung Gramedia sore itu ramai sekali, membuatku kurang nyaman untuk membaca buku lebih lama disana. Setelah mendapatkan bukunya, aku langsung bergegas menuju kasir untuk membayarnya.
“Siang…,” suara seorang cewek menghentikan langkahku.“…kamu yang nabrak aku kemarin kan?” tanya cewek itu.
Aku amati wajah yang kini ada dihadapanku. Wajah itu…, wajah yang dulu pernah ada dalam hatiku, wajah yang selalu aku rindukan, wajah yang dulu hilang saat aku mengejarnya, sekaligus wajah yang pernah membuat aku terluka. Kenapa kini datang saat aku sudah melupakan semuanya? “Oh ya?” jawabku dingin.
“Mungkin kamu sudah lupa, sudahlah kalau begitu. Maaf menganggu,” ujar cewek itu dan langsung berlalu meninggalkanku. Sepertinya dia sedikit malu karena aku tidak mengenalnya. Dari kejauhan aku masih melihat dia sedang asyik membaca sebuah buku. Ternyata dia tidak langsung pulang, atau kemungkinan dia baru datang dan begitu melihatku dia langsung menyapaku. Ada pertentangan batin dalam diriku, antara menemuinya kembali atau benar-benar melupakannya. Jika dia memang dihadirkan Tuhan untukku, inilah saat yang tepat untuk menemuinya dan lebih mengenalnya. Mungkin Tuhan masih memberikan kesempatan ke empat untukku. Aku menunda membayar buku di kasir lalu menemuinya. Langkah demi langkah terasa begitu berat untuk mendekatinya. Aku grogi atau aku ragu untuk mengenalnya? Entahlah… Lanjut membaca
Blogger Lolo*
Percakapanku dengan seorang teman di YM
Temen : Lagi di mana?
Sayah : Lagi di Warnet
Temen : Lho, im2-nya gak di pake?
Sayah : Loadingnya lambat, mending di warnet aja coz mau unggah foto buat diposting di blog
Teman : Oh…. Udah?
Sayah : Belum. Gak tahu nih lama banget uploadnya. Lanjut membaca
Story Magazine
Huhh…lega rasanya. Akhirnya cerpenku dimuat juga di Majalah Story. Setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya cerpen keduaku –cerpen pertama ditolak- diterima dan dimuat juga di Majalah Story edisi 8, yang terbit 25 Februari lalu.
Hmm…mungkin temen-temen Blogger yang kebetulan mampir ke blogku ini, gak ngeh or ora ngerti atau baru denger ada Majalah yang punya nama Story. Ok, akan aku perkenalkan.
Majalah Story itu adalah sebuah majalah remaja atau istilah kerennya Teenlit Magazine. Bedanya dengan majalah-majalah remaja yang lain terletak pada isinya. Disaat majalah-majalah remaja lain banyak berisi tentang gosip-gosip artis, fashion, tips n trik dan konten-konten tentang remaja lainnya, majalah Story berani menawarkan sesuatu yang berbeda. Dimana isi dari majalah itu berisi cerpen-cerpen berkwalitas dari pengarang yang berkwalitas juga *Ya iyalah, namanya juga teenlit magazine*. Karena majalah ini segmennya remaja, tentu tema-tema cerpen yang dimuat di majalah ini juga bertema remaja. Lanjut membaca
Hidup dalam Keterpaksaan
Hidup itu pilihan. Kita semua punya pilihan masing-masing untuk hidup kita. Dan masing-masing dari kita jugalah yang harus mempertanggung jawabkan baik dan buruk atas pilihan itu.
Ini adalah salah satu pilihan hidupku. Pilihan untuk menerbitkan postingan ini. Dan akan bertanggungjawab atas semua isi dari postingan ini. Siap menerima resiko apapaun kalau ada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan postingan ini.*Padahal gak bakalan ada yang tersinggung hehehe….*
Sampai sekarang, aku merasa hidup yang aku jalani bukan atas pilihanku sendiri. Melainkan pilihan Ayah. Pilihan-pilihan Ayah yang harus aku jalani.
Yang paling membekas dalam ingatanku adalah ketika selesai menamatkan SD. Menjadi murid terbaik dan peraih NEM tertinggi, tentu dengan gampang aku bisa melengggang ke SMP Favorit di Kotaku. Tapi…karena Ayah punya pemikiran lain, makanya aku gak jadi sekolah disana, tapi di sekolah lain. Kecewa itu pasti. Tapi mau bagaimana lagi, aku gak punya pilihan lain selain harus menurut pada pilihan Ayah. Lanjut membaca
Mencari Gadis Khilaf
“Udah ada orang yang khilaf sama kamu?” tanya seorang teman saat berchit-chat ria di YM.
“Khilaf? Maksudnya?” Jujur, saat pertanyaan itu diajukan aku bener2 gak ngeh dengan maksud dan tujuan pertanyaan itu. Ternyata eh ternyata maksud dan tujuan sang teman itu adalah menanyakan adakah seorang gadis diluar sana yang khilaf sampe mau sama aku? Lanjut membaca
Sang Pengamen
Kerlap Kerlip di tengah laut
Lampu perahu nelayan
Sembilan Ribu bintang
Sempurna bentuk bulan
Perhiasan malam
Batang batang panjang pohon kelapa
Kerang kerang di pasir putih
Diantara mereka
Kita duduk berdua
Menyanyikan lagu cinta
Ya o o.. asyik-nya menikmati malam
Indah pantai indah laut
Suasana sunyi
Ya o o.. asyiknya menghabiskan malam
Rindu aku rindu kamu
Jadi satu Lanjut membaca
Ngeblog di tahun 2010
Tak terasa dua pekan sudah tahun 2010 terlewati. Apa yang telah terjadi selama itu? Apakah ada perubahan yang besar yang telah kita lakukan selama itu? Perubahan yang akan menjadi langkah awal untuk mewujudkan resolusi kita di tahun ini? Atau… tak ada perubahan sama sekali? Sama seperti hari-hari di tahun 2009 yang lalu.
Biasanya, di setiap akhir tahun menjelang pergantian tahun, sebagian orang berlomba-lomba dengan membuat Resolusi di tahun baru nanti. Sebagian ada yang benar-benar membuat resolusi untuk hidupnya dan melaksanakan program-program yang menunjang akan menunjang keberhasilan resolusi-resolusi yang dibuat. Sebagian yang lain membuat Resolusi hanya ikut-ikutan saja. Biar dibilang keren, gak ketinggalan zaman dan dengan beragam alasan lainnya. Yang intinya hanya latah belaka. Lanjut membaca
Tragedi di Malam Gerimis
Yogyakarta, 2004: Jangan Esmosi!!!
Sore itu tetes demi tetes air hujan mulai membasahi kota Jogja. Acara jalan-jalan sore bersama kekasih terpaksa dibatalkan. Akhirnya kamar kostku yang menjadi pilihan untuk menghabiskan sore berdua. Hari berganti malam, tapi hujan masih saja betah membasahi tanah Jogja. Dalam hati terdalam, ingin sebenaranya aku mempersilahkan sang kekasih hati untuk menginap saja di kost. Tapi…berhubung ada orang tua yang selalu menunggunya dirumah, jadinya terpaksa aku harus mengembalikan anak orang tsb. Berat tapi harus dilakukan! Hujan pun mulai reda, tinggal gerimis yang tersisa. Bermodal motor pinjaman teman kost, akhirnya dengan berat hati aku hantarkan juga sang kekasih untuk pulang ke rumah. Lanjut membaca
Buruan Nikah, kiamat bentar lagi, 2012!!!
Kiamat bakal datang sebentar lagi, 2012!!! Percaya? Percaya atau tidak itu urusan pribadi masing-masing. Kalau saya pribadi gak percaya, karena kiamat itu adalah rahasia Tuhan. Kalau memang Tuhan menghendaki, mungkin setelah posting saya ini bakal kiamat, atau memang tahun 2012 atau juga tahun 5000 nanti. Hanya Tuhan yang tahu….
Ditambah lagi munculnya film 2012, yang isinya menceritakan tentang terjadinya kiamat di bumi ini, maka gak heran kalo sekarang orang-orang semua sibuk ngomongin yang namanya kiamat. Isu kiamat jadinya semakin berkembang dan imbasnya jadi banyak orang yang sibuk menghubung-hubungkan segala sesuatu dengan kiamat. Salah satu contohnya adalah pertanyaan gak penting yang ditujukan kepada saya…., oleh banyak orang.
Kapan nikah? Buruan nikah, bentar lagi kiamat! Lanjut membaca
Maling Sandal Jepit
Punya sandal jepit dirumah? Pastinya dong punya. Tahu sendiri kan kalo sandal jepit itu selain nyaman digunakan, juga punya harga yang murah meriah. Makanya banyak orang suka dengan sandal jepit. Dan karena banyak orang suka, makanya banyak orang yang punya. Saking banyaknya orang yang punya sandal jepit, maka untuk membedakannya banyak cara dilakukan. Antara lain dengan menandai dengan satu huruf sebagai inisial nama atau tanda garis atau tanda-tanda lainnya. Semua itu dilakukan agar sandal jepit yang satu dengan sandal jepit yang lainnya tidak tertukar. Tahu sendiri kan sudah banyak kejadian sandal jepit yang tertukar dimasjid atau ditempat-tempat umum lainnya. Sandal jepit yang masih baru ditukar dengan sandal jepit yang sudah butut. Pernah ngalamin? Memang sih harganya tidak seberapa kalau sandal jepit kita tertukar atau hilang, tapi tetep kan ada rasa kesal yang bergemuruh didada begitu tahu sandal jepit kita hilang/ tertukar. Lanjut membaca
Bacalah Curhatku
Lebaran telah usai *udah lama kaleeee…., kemana aja?!* Setelah merayakan lebaran tentu kita semua berharap menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Tidak hanya berlaku di kehidupan nyata sehari-hari, di dunia maya pun –yang ngakunya seorang blogger- juga berharap bisa menjadi seorang blogger yang lebih baik dari sebelumnya; rajin posting, rajin blogwalking dan tentu berusaha untuk bisa menampilkan postingan yang lebih berkualitas.
Ternyata eh ternyata, harapan saya menjadi blogger yang lebih baik dari sebelumnya pasca lebaran, tidak terbukti. Posting terakhir 2hari sebelum lebaran. Dan setelah 20 hari terlewati begitu saja, sekarang baru bisa posting lagi. Apa iya saya lebih baik dari sebelumnya? Nggak kan!!! Malah lebih parah dari sebelum-sebelumnya!!! Lanjut membaca


