Aku benar-benar ketakutan. Dengan napas terengah-engah akhirnya aku masuk ke dalam kamarku. Kurebahkan diriku di tempat tidur untuk menenangkan diri.
Suara tangisan bayi terdengar di telingaku. Aku buka mata dan kudapati seorang bayi dengan tubuh penuh luka dan darah menatapku tajam. Lalu bangkit menghampiriku sembari menunjukkan sepasang gigi taring yang siap menerkamku. Aku mundur dan mencoba berlari. Tapi tak bisa. Ada beban berat yang menahanku. Bayi itu mendekat lalu menerkamku. Aku melawannya. Tapi ternyata tenaga bayi itu luarbiasa. Aku menyerah. Aku hanya bisa menangis saat tubuhku dicabik-cabik oleh gigi taringnya. Aku benar-benar menyesal. Mungkin ini balasan yang harus kuterima karena sore tadi mobilku menabrak seorang Ibu hamil dan meninggalkanya begitu saja di jalanan.
“Bangun Ndre, kamu kenapa tidur sambil menangis?” tanya Ibu membangunkanku.





