Aku Seorang Nelayan

Hidup kata kebanyakan orang adalah sebuah pilihan. Setiap orang berhak memilih arah hidupnya masing-masing. Aku juga punya pilihan. Dari kecil aku sudah ditemani pantai, lautan, perahu dan ikan-ikan. Tak salah kemudian pilihan hidupku sekarang ini menjadi seorang nelayan. Hanya pekerjaan itu yang aku bisa lakukan. Aku bahagia. Bukankah pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang bahagia mambuat segala pekerjaan menjadi mudah.

Pekerjaan sebagai nelayan mungkin menurut sebagian orang cukup melelahkan. Sangat melelahkan memang bagi sebagian orang yang baru tahu. Bagi aku yang berasal dari keluarga nelayan, yang sedari kecil terbiasa dengan semua itu, tentu bukanlah pekerjaan yang melelahkan. Aku percaya bahwa inilah jalan Tuhan yang diberikan padaku. Aku selalu bersyukur dengan semua itu. Aku yakin nelayan pun punya peranan penting dalam kehidupan. Kalau tidak ada nelayan, bagaimana bisa kita semua bisa menikmati lezatnya ikan dan makanan-makanan laut lainnya.

fisherman_by_bengsin

Saat semua orang terlelap tidur dalam dekapan dinginnya malam, aku dan istri sudah harus bangun. Istriku sibuk menyiapkan bekalku, sementara aku sibuk menyiapkan perlengkapan untuk berlayar di tengah lautan pagi ini. Sebelum berangkat, aku sempatkan diri untuk melihat putra semata wayangku yang masih terlelap tidur. Mengecup keningnya dan berdoa selalu untuknya. Ada sebuah semburan semangat yang aku dapatkan setelah melakukan itu. Putraku  adalah penyemangat hidupku.

Kebahagiaan yang aku dapatkan setelah pulang melaut bukanlah banyak tidaknya hasil laut yang aku dapatkan. Tapi… rasa bahagia itu muncul manakala dari kejauhan aku  sudah melihat istri dan anakku berada di pinggiran pantai untuk menyambutku. Segala lelah yang aku dapatkan selama melaut menguap begitu saja. Semangatku untuk membahagiakan mereka semakin terpatri dalam hatiku. Aku bertambah bahagia saat aku  dan istriku berjibaku memilih ikan untuk dijual, tak segan putraku datang dan membantuku. Membuat beban pekerjaanku dan istriku semakin ringan. Aku bahagia sekali memiliki mereka. Berkali-kali ucapan syukur aku panjatkan kepada Tuhan yang telah memberi aku seorang istri dan seorang anak yang sangat peduli padaku.

Aku tahu pekerjaan menjadi seorang nelayan bukanlah pekerjaan yang hina. Tapi aku dan istriku juga tahu, diluar sana ada sebuah pekerjaan yang lebih baik dari hanya seoarang nelayan. Aku ingin putraku kelak bisa hidup lebih baik dari orangtuanya kini. Aku dan istriku akhirnya sepakat untuk memberi kesempatan untuk putra kami bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari kami. Agar di masa yang akan datang ilmu yang telah didapat dapat berguna untuk orang lain, agama, bangsa dan negara. Kami tak ingin putra kami menjadi nelayan, cukup Bapak dan Ibunya saja yang menjadi nelayan.

Untuk mewujudkan semua itu tentu tidaklah mudah. Butuh biaya yang tidak sedikit pula. Penghasilan sebagai seorang nelayan yang tidak seberapa memaksaku harus memutar otak untuk mencari kerja tambahan untuk biaya sekolah putraku. Apapun pekerjaan itu selama halal dan aku mampu mengerjakannya, akan aku kerjakan. Belanja sehari-hari pun dikurangi agar perbulannya ada sisa uang yang bisa disimpan untuk keperluan putraku sekolah. Hutang kesana sini juga terpaksa aku lakukan demi untuk membiayai sekolah anakku. Apapun akan dilakukan orangtua untuk anaknya. Semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya, begitu pula aku yang mengingkan pendidikan yang terbaik untuk putraku.

***

Aku tak percaya melihat siapa yang ada dihadapanku kini. Aku juga masih tidak percaya dengan semua yang terjadi. Putraku dengan gagahnya memakai toga kebesaran almamaternya kini bersamaku. Aku sangat bangga melihatnya. Air mataku akhirnya jatuh menyaksikan putraku kini telah menjadi seorang sarjana. Apa yang selama ini aku cita-citakan untuk putraku akhirnya terwujud. Terbayar sudah pengorbananku selama ini. Pekerjaanku sebagai nelayan akhirnya mampu menghantarkan putraku menjadi seorang sarjana. Aku bangga menjadi seorang nelayan.

34 thoughts on “Aku Seorang Nelayan

  1. Perjuangan serta pengorbanan yg tidak sia2… Salut utk Kang Hajier… Salut juga utk keluarga Kang Hajier… Bener2 pejuang sejati… Salam hangat… Salam hormat… Salam damai selalu…

  2. Pekerjaan apapun, seberat apapun itu, selama halal adalah sebuah saluran rejeki yang diberikanNya.

    Jadi nelayan juga adalah mulia, apalagi pertanggungjawaban pada keluarga terlaksana dengan meluluskan anak menjadi sarjana!

    • Semua hal yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, insya Allah akan selalu berhasil…

      Semua pekerjaan selama dilakukan dengan cara yang halal, pasti pekerjaan yang mulia….

  3. kisah yang sangat menyentuh sobat. Bahagia yang tak mungkin terlupakan, saat melihat istri n anak berlarian di pantai menjemput kedatangan sang pahlawan keluarga yg mo pulang dari melaut…

    ohh betapa bahagianyaaa..

  4. menurut bundo, ndak apa” bila si anak yang sarjana mau jadi nelayan juga.. tentu saja menjadi seorang nelayan yang pintar dan profesional, karena laut indonesia masih menyimpan banyak kekayaan..

  5. Salam Sahabatku….
    Kunjungan perdana, salam kenal aja dulu…
    Maaf, saya memang hanya mantan manusia bejat, tapi sumpah, saya sudah benar-benar insyaf.
    Satu yg membuat saya yakin bahwa saya pasti bisa berubah menjadi orang yg lebih baik, yaitu Kuasa Tuhan. Nothing Impossible, ndak ada yg ndak mungkin.
    Selama kita mau berusaha, pasti jalan untuk itu akan terbuka.
    Maka dari itulah kali ini saya akan berbagi sedikit kisah hidup saya selama masa transisi itu, kalo sahabatku berkenan, saya tunggu motivasinya buat saya di Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang Pengusaha.

    Trimakasih Sahabatku.
    Salam.

  6. Dulu ketika TVRI satu-satunya tivi di negeri ini, setiap malam saya mendengar lagu nelayan diputar. klo nggak salah syairnya seperti ini :

    Tak kan ada ikan gurih di meja makan
    Tanpa ada jerih-payah nelayan
    Daging ikan sumber gizi bermutu tinggi
    Diperlukan semua manusia

    Reff :
    Tiap malam mengembara di lautan
    Ombak badai menghadang dan menerjang
    Pak nelayan tak gentar dalam darmanya
    Demi kita yang membutuhkan pangan
    Terima kasih pak nelayan

  7. apapun profesi, apapun kegiatannya, semua memiliki perjuangan tersendiri , dan semua memiliki keindahan tersendiri. dan satu kesamaan, semua akan ada hasilnya. tak ada usaha yang sia sia

    begitu juga dengan usahamu sob,semoga beruntung. gambar bercerita, gambar keberuntungan, iseng2 berhadiah :)

  8. Assalamu’alaikum,
    Cara Mas Hajier, mengisahkan cerita fiksi ini sangat baik, mungkin Mas Hajier berbakat menjadi penulis. Pada dasarnya pekerjaan apapun kalau dilakukan dgn ikhlas akan membawa berkah dan kebahagiaan.
    (Dewi Yana)

  9. tulisan yang indah, pantas
    jika anda menjadi pemenang lomba cerita foto blogfam. Mengesankan, sama mengesankan dengan tulisan nia pemenang pertama.salam kenal, saya afin yulia. Barokallah:-D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s